17
Sun, Dec
0 New Articles

Top Stories

Jakarta - Penjualan gabungan dari Renault, Nissan dan Mitsubishi Motor mencapai 5,27 juta unit pada semester I 2017 atau mengalami kenaikan 7 persen. Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Motor kini menduduki peringkat pertama penjualan di dunia pada semester I 2017.

Aliansi mencatat peningkatan penjualan dari model Renault, seperti Clio, Sandero, Megane, Captur dan Duster.

Sementara Nissan melaporkan permintaan yang tinggi untuk produk X-trail/Rouge, Sentra/Sylphy, Qashqai dan Altima/Teana.

Penjualan dari Mitsubishi Motors yang menjadi bagian dari Aliansi pada akhir 2016 berhasil mendekati 495.000 unit berkat permintaan yang solid akan SUV Outlander secara global dan Pajero Sport di pasar ASEAN.

Chairman dan Chief Executive Aliansi Renault-Nissan Carlos Ghosn mengatakan akumulasi penjualan kendaraan listrik juga meningkat secara signifikan menjadi 481.151 unit. Peningkatan penjualan ini didorong oleh pemintaan Nissan LEAF dan Renault ZOE, yang tetap menjadi nomor satu kendaraan listrik yang dijual di Eropa.

Di segmen hybrid, Mitsubishi Outlander plug-in hybrid berhasil terjual lebih dari 13.000 unit.

“Aliansi berhasil menciptakan rekor penjualan pada semester 1 tahun 2017 dengan menjual sebanyak 5.268.079 unit kendaraan. Kami akan terus memanfaatkan skala ekonomi dan pasar global yang signifikan untuk memberikan sinergi yang berharga bagi anggota perusahaan baru kami tahun ini," ujar dia dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (2/8).

Renault menjual sebanyak 1.879.288 kendaraan pada semester pertama 2017. Semua merek mencatatkan kenaikan volume penjualan dan pangsa pasar. Merek Renault dan Dacia mencatat rekor penjualan tengah tahun dan Renault menjadi merek kedua yang paling banyak terjual di Eropa.

Nissan Motor Co. Ltd menjual 2.894.488 mobil dan truk di seluruh dunia, naik 5,6 persen. Di Jepang dan Eropa, perusahaan berhasil tumbuh 22,9 persen dan 5,7 persen. Infiniti terjual lebih dari 125.000 kendaraan di semester pertama, meningkat sekitar 13 persen pada periode yang sama di tahun 2016.

Mitsubishi Motors menjual 494.303 unit mobil di seluruh dunia, naik 2,4 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu berkat penjualan Kei Car di Jepang. Peningkatan penjualan juga terlihat dari pertumbungan yang kuat di Tiongkok seiring diluncurkannya Outlander yang diproduksi lokal.

Sementara peningkatan penjualan di Asia Tenggara tinggi atas permintaan SUV dan pick-up.

Ia mengatakan aliansi ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi tahun ini karena Mitsubishi Motors bekerja sama lebih erat dengan Nissan dan Renault di berbagai bidang meliputi pengadaan barang, lokalisasi, manufaktur, platform kendaraan, teknologi dan perluasan pasar.

10 Teratas Pasar Renault: Perancis, Rusia, Italia, Jerman, Spanyol, Turki,  Brasil, Iran, Inggris dan Argentina

10 Teratas Pasar Nissan: Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Meksiko, Inggris, Kanada, Russia, Perancis, Italia

dan Jerman.

10 Teratas Pasar Mitsubishi Motors:  Amerika Serikat Tiongkok, Jepang, Australia, Filipina, Indonesia,Thailand,Jerman, Inggris.

 

Jakarta - Guna membangkitkan kembali minat masyarakat untuk mencetak foto, Fujifilm belum lama ini telah membuka Wonder Photo Shop pertama di Indonesia yang berlokasi di Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

General Manager for Photo Imaging Division PT Fujifilm Indonesia, Josef T. Kuntjoro menyampaikan, Wonder Photo Shop merupakan sebuah gerai one stop photo shop yang sudah sangat populer di Jepang dan beberapa negara lainya. Di tempat yang memiliki konsep retro ini, konsumen dapat melakukan self-service saat mencetak foto. Selain itu ada juga photo box bagi mereka yang gemar mengekspresikan diri di depan kamera.

Karena merupakan gerai foto, tempat ini juga menampilkan jajaran kamera digital Fujifilm dan Instax series. Layanan unik lainnya seperti variasi hasil cetakan, konsep wall decoration, hingga crafting photo untuk membuat hasil foto menjadi lebih unik dan personal terdapat di gerai ini.

"Dari hasil riset Fujifilm, kebanyakan yang masih cetak foto itu dari kalangan anak muda. Makanya kita buat photo shop yang konsepnya sesuai dengan jiwa anak muda. Kalau dulu kan photo shop itu ada etalasenya. Kalau Wonder Photo Shop ini konsepnya open store, jadi konsumen lebih bebas pegang-pegang produk yang mau dibeli," kata Josef T. Kuntjoro, di Jakarta, Selasa (25/7).

Untuk mendirikan Wonder Photo Shop pertama di Indonesia ini, FujiFilm bekerja sama dengan Erajaya Group. Hingga akhir tahun fiskal 2017, Fujifilm Indonesia menargetkan untuk membuka dua Wonder Photo Shop lagi di Jakarta dan Surabaya.

"Targetnya bisa buka dua gerai lagi. Tidak harus dengan Erajaya, bisa juga dengan mitra lain. Kami harapkan ini bisa menjadi proyek mercusuar untuk menginsirasi pengusaha toko foto lainnya dalam membuat gerai foto modern, supaya masyarakat kembali datang ke toko foto untuk mencetak foto," tutur Josef.

(Tim/h).

 

Tangerang - Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar agenda dua tahunan Seminar Nasional Sains, Rekayasa, dan Teknologi (SNSRT) untuk yang kedua kalinya. Seminar yang bertemakan “Optimasi Model Keberlanjutan Penyelenggaraan Proyek & Lingkungan Berbasis Kinerja & Masyarakat” ini diadakan pada 17-18 Mei 2017 di D 501 UPH Karawaci.  ‘Optimasi’ sebagai kata kunci mengarahkan kita semua untuk mampu mengoptimalkan segala arah penelitian untuk berdampak semaksimal mungkin bagi seluruh pihak.

Sebanyak kurang lebih 112 paper dari 40 institusi pengirim makalah berhasil terkumpul dalam SNSRT  kali ini. Paper yang terkumpul tersebut mewakili enam area disiplin ilmu yaitu Teknik Industri, Teknik Sipil, Teknologi Pangan, Bioteknologi, Matematika Terapan, dan Teknik Elektro

Berbeda dengan SNSRT pertama kali pada 2015 lalu, SNSRT kali ini memiliki keunikan dimana makalah ilmiah yang dikirimkan peserta tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk prosiding, tetapi juga akan dimuat dalam Jurnal Nasional.

Terkait penyelenggaraan SNSRT ini,  Dekan FaST, Prof. Dr. Manlian R. Simanjuntak, ST., MT., D.Min.  menyatakan bahwa seminar nasional ini merupakan implementasi dari visi dan misi  Fakultas Sains dan Teknologi UPH dalam meningkatkan kualitas penelitian.

“SNSRT menjadi salah satu upaya FaST untuk mengintegrasikan hasil-hasil penelitian dengan program pemerintah yang sedang berjalan. Tantangan ke depan penelitian tidak dapat berjalan sendiri. Begitu juga pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Peran pendidikan tinggi untuk mengkolaborasikan apa yang pemerintah kerjakan dengan apa yang kita teliti. Dan semua akan berjalan bersama melalui produk-produk yang dihasilkan maupun dari penelitian yang dituangkan dalam bentuk makalah, prosiding maupun jurnal ilmiah,” kata Prof. Manlian.

Tidak hanya itu, kepada kurang lebih 300 peserta yang hadir, Prof. Manlian juga berharap bahwa SNSRT ini dapat mendorong para peneliti-peneliti baru dan menghasilkan profesional muda di bidang sains dan teknologi.    

Guna mendukung keberlangsungan acara ini, maka pada hari pertama dihadirkan tiga pembicara terpilih yang memaparkan beragam topik yang tetap berkiblat pada kata ’optimalisasi’. Pembicara tersebut antara lain Prof. Dr.-Ing. habil. Andreas Wibowo, RIHS – Badan Penelitan dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat , Eden Steven, Ph.D., -  Emmerich Education Center, Jakarta, dan ketiga Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, M.P., Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI). 

 

Usai seminar bersama tiga pembicara ini, acara dilanjutkan dengan Call for Paper dimana secara parallel para pemakalah dan peserta lainnya berkumpul diruangan tertentu sesuai dengan topik yang diminati masing-masing. (Tim/h)

Jakarta, Berita7.com - Seiring makin luasnya jaringan 4G, para provider berlomba-lomba menyediakan layanan 4G. Demikian juga Bolt yang merupakan pelopor 4G pertama Indonesia terus mengembangkan jaringan keseluruh Nusantara dan pengembangan gudget. Baru-baru ini PT Internux, sebagai pengusung Bolt, meluncurkan gudget baru yang bernama Ultra LTE atau LTE-Advance. Produk tersebut diyakini akan digandrungi pengguna teknologi karena kecepatan downloadnya mencapai 200 Mbps.

"Saat ini, kami punya lebih dari 1,5 juta pelanggan. Kami harapkan dapat naik hingga 2,5 juta pelanggan," ujar Chief Commercial Officer Bolt, Larry Ridwan, di Nona Manis Resto, Jakarta, Senin, 21 September 2015.

Diketahui, dari 1,5 juta pelanggan Bolt tersebut, mayoritas berasal dari pengguna produk MiFi, ketimbang produk lainnya seperti Dongle, tablet, ataupun 4G smartphone (powerphone).

Beragam cara dilakukan anak usaha dari Lippo Group ini, salah satunya yang terlihat, yaitu dengan menggandeng beberapa vendor ternama, seperti ZTE dan Samsung. Sebelumnya, Bolt bekerja sama dengan Samsung untuk mem-bundling produk ponsel pintar (smartphone) terbarunya, yaitu J5.

Disinggung mengenai penjualan J5, Larry mengungkapkan, penjualannya dirasa positif. Namun, ketika ditanya soal angkanya, ia lebih memilih untuk tak menyebutkannya.

"J5 itu penjualannya luar biasa, kami tidak bisa memberikan angka persisnya. Tapi, dibandingkan dengan smartphone lainnya, itu luar biasa terbuktinya dari device-nya," kata dia.

Larry pun menambahkan, bila ada produk ponsel pintar dari vendor lain yang dirasa cocok, Bolt pun akan mengajak vendor tersebut kerja sama.

"Kebetulan, yang eksklusif saat ini baru Samsung. Kalau ada brand yang mau kerja sama, kami pasti akan melakukannya," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, di saat ekosistem 4G LTE sedang dibenahi, Bolt percaya diri dengan memperkenalkan teknologi baru di jaringan generasi keempat itu, yakni Ultra LTE. Diklaim, teknologi terbaru tersebut kecepatan unduhan dapat menembus hingga 200 Mbps.

Ultra LTE atau LTE Advanced (LTE-A) ini baru bisa dinikmati di wilayah Jabodetabek. Artinya, cakupan jaringan Bolt lainnya, seperti Medan belum dibisa dirasakan.

Dalam mengusung Ultra LTE, anak usaha dari Lippo Group ini, menawarkan tiga keunggulan, yaitu ultra-speed, ultra-coverage, dan ultra-value. Dengan demikian, Bolt berharap dapat menghadirkan akses data berkualitas dengan teknologi mutakhir yang sesuai kebutuhan konsumen.

"Meski ekosistemnya belum, tapi Bolt ingin selalu ingin jadi yang pertama dalam teknologi LTE ini. Dengan menggandeng Samsung akan memberikan pengalaman mobile broadband ultra cepat," ujar Larry.

Handset Samsung yang dimaksud, di antaranya Galaxy Note 5 dan Galaxy S6 Edge+. Kedua ponsel pintar tersebut baru diluncurkan ke pasar gawai oleh Samsung Electronics. (hnr/edr)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan pajak baru merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara, namun pada sisi lain, persoalan pajak tersebut bisa jadi sesuatu yang menakutkan. Terutama ketika wacana pajak baru tersebut belum jelas.

Wacana pajak baru yang masih jadi pembicaraan hangat saat ini adalah pajak untuk pemain e-commerce. Kendati sudah muncul wacana penerapan pajak, masih belum jelas apakah yang akan terkena pajak tersebut nantinya e-commerce yang sudah besar atau masih berupa start-up.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyoroti wacana tersebut. Dalam Forum Usulan Roadmap E-Commerce Indonesia, di Hotel Double Tree, Senin (6/4/2015) sore, asosiasi mengungkap sudah sewajarnya sebuah usaha itu dipajaki namun pemerintah diharapkan memberi kemudahan berusaha bagi e-commerce dan lainnya yang masih tergolong pada start-up (perusahaan rintisan).

"Bukan soal insentif pajaknya, kita (start-up) gak mau dikecualikan. Tapi diberi kemudahan supaya orang filosofinya bilang 'gue mau buka e-commerce di Indonesia'," jelas Ketua idEA Daniel Tumiwa saat ditemui usai acara.

"Ini infant stage dan ada perkecualian sektor. Perkecualian sektor itu selalu ada di mana-mana. Yang kita perjuangkan adalah, bisa gak sektor ini dikecualikan," imbuhnya.

Pria berkacamata ini menjelaskan lebih lanjut, harapannya pemerintah bisa membangun suasana yang cocok untuk pertumbuhan perusahaan rintisan. Jangan sampai anak muda yang memiliki ide merintis start-up justru mengembangkan idenya di negara lain.

"Misalnya kalau ada anak ITB sekarang mulai (membangun start-up) dan dalam tiga tahun bisa jadi seperti William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia), dalam waktu empat tahun sumbangan pajak dia akan jauh lebih besar dibandingkan kalau dia dipajaki hari ini lalu besok perusahaannya tutup," jelas Daniel.

"So, environment-nya harus dibikin supaya orang mau buka di sini. Kita ngomongin start-up kok. Boro-boro punya orang keuangan atau orang untuk lapor pajak," tegasnya.

Anak Muda Dirikanlah Start-Up Daniel berpesan, jangan sampai wacana pajak baru mengenai e-commerce malah membuat takut orang yang ingin mendirikan start-up baik e-commerce atau model lainnya. Anak muda yang memiliki ide, justru dianjurkannya untuk mulai mendirikan perusahaan rintisan.

"Sebagai anak muda sekarang saatnya bikin start up. Langkahnya masih panjang, lebih berani mengambil risiko karena belum banyak yang jadi beban. Karena ini adalah enterpreneurship. Kalau anak muda sekarang membutuhkan sesuatu tapi gak ada, ya mereka akan buat itu ada," terangnya.

Lebih lanjut, Daniel berpendapat bahwa Indonesia mestinya melahirkan pendiri-pendiri start-up yang menghasilkan juara. Start-up yang kemudian tumbuh besar itulah yang menurutnya akan menghasilkan bibit-bibit unggul untuk pertumbuhan usaha rintisan generasi berikutnya.

"Lihat anak buahnya Steve Jobs, semua yang telah keluar dari Google, semua yang keluar dari Facebook, mereka bikin start-up. Jadi kita masuk dalam generasi di mana sepuluh tahun ke depan, orang sejenis William (pendiri Tokopedia) ini mesti diadakan. Bukan mereka yang untung, tapi anak buahnya. Setelah lima tahun anak buah mereka keluar, lalu bikin start-up," terangnya memberi contoh.

"Kalau dipajaki sekarang, besok tutup, angkatan ini mati suri sebelum tumbuh," tutupnya.

BERITA7.COM - WhatsApp untuk Android sudah bisa dipakai untuk membuat panggilan telepon melalui fasilitas voice call, sementara pengguna di platform iOS akan segera mendapat fitur serupa.

Kini, muncul kabar bahwa voice call juga akan muncul di aplikasi WhatsApp versi Windows Phone.

“WhatsApp Calling untuk platform Anda (Windows Phone) sedang dikerjakan,” tulis staf support WhatsApp melalui e-mail yang dirangkum Kompas Tekno dari GSM Arena, Selasa (7/4/2015).

Tidak dijelaskan kapan persisnya fasilitas voice call ini akan mulai tersedia dan bisa digunakan oleh pengguna aplikasi WhatsApp di ponsel Windows Phone.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu pendiri WhatsApp Brian Acton mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengerjakan fasilitas voice call untuk WhatsApp versi iOS.

WhatsApp versi Android sudah bisa dipakai untuk melakukan panggilan suara. Cara selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut. 

WhatsApp sendiri memang tersedia di berbagai platform mobile utama. Selain Android, iOS, dan Windows Phone, aplikasi pesan instan ini juga hadir di ponsel BlackBerry dan S40.

Ciri khas lain dari WhatsApp adalah aplikasi ini tidak pernah menampilkan iklan atau permainan, dan memilih untuk berkonsentrasi pada layanan instant messaging. 

Pelanggan bisa memakai WhatsApp secara gratis selama tahun pertama. Setelah itu akan dikenakan biaya langganan tahunan sebesar 0,99 dollar AS. (gsmarena/st)

Advertisement