17
Sun, Dec
0 New Articles

Macron Janjikan Persatuan Prancis

Politik
Typography

PARIS - Sejumlah pemimpin dunia mengucapkan selamat atas kemenangan Macron Emmanuel yang terpilih menjadi Presiden Prancis.

Dengan kemenangan ini, Macron yang berusia 39 tahun akan menjadi presiden Prancis termuda. Mantan menteri ekonomi ini mengatakan bahwa satu halaman baru sedang berubah dalam sejarah Prancis. Macron menghadapi tantangan berat untuk menyatukan negara yang telah mengalami keretakan dan kehilangan semangat.

“Saya ingin menjadi sebuah halaman harapan dan kepercayaan baru. Dengan segenap kekuatan, saya memerangi pihak-pihak yang merusak kita,” katanya.

Macron mengaku telah mendengar kemarahan, kecemasan, dan keraguan rakyat Prancis. Oleh karena itu, dia bersumpah untuk menghabiskan lima tahunnya sebagai presiden untuk memerangi berbagai kekuatan yang melemahkan Prancis.

“Saya juga akan menjamin kesatuan bangsa serta mempertahankan dan melindungi Eropa,” katanya seraya mengutarakan keinginan untuk merajut kembali hubungan antara Eropa dan warganya.

Di sisi lain, kemenangan Macron diduga hasil merangkul para pendukung Le Pen. Dia pernah memohon agar rakyat Prancis bersatu dalam kampanye pemilu yang telah terdampak oleh perpecahan dan kesenjangan ekonomi yang mendalam. Saat ini, Prancis juga dalam ketegangan yang dipicu oleh identitas dan imigrasi.

"Mereka memberikan suara kemarahan, kesesakan dan kadang-kadang keyakinan. Saya menghormati mereka. Saya akan melakukan apa pun dalam lima tahun untuk memastikan bahwa orang-orang tidak lagi memiliki alasan untuk memilih menjadi ekstrem,” katanya.

Meskipun kalah, Le Pen telah mengukir rekor terbaik untuk Partai Front Nasional, satu partai yang mengusung kebijakan anti-imigran. Le Pen telah memberikan ucapan selamat kepada Macron segera setelah kabar kekalahannya. Dia memberitahu para pendukungnya dan wartawan bahwa dia berharap presiden baru berhasil walaupun menghadapi "tantangan besar" (Tim/h)