17
Sun, Dec
0 New Articles

Perludem Himbau untuk Waspadai Titik Rawan Politik Uang Pilkada

Politik
Typography

Jambi, Berita7.com  -  Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyebutkan, masing-masing daerah harus mewaspadai titik rawan money politic atau politik uang menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2015.

"Tetap harus diwaspadai beberapa titik rawan politik uang di sejumlah daerah. Ada 269 daerah di Indonesia yang melaksanakan Pilkada, titik rawan di daerah itu harus diinvertarisir," kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini di Jambi, Minggu (6/12).

Menurutnya, masing-masing daerah mempunyai kerawanan yang berbeda, diantaranya ada daerah dalam kesejarahan Pilkada selalu mengalami permasalahan. "Menjelang beberapa hari pemilihan ini, Panwas harus memetakan titik rawan dan menyiapkan antisipasi serta mengajak publik telibat aktif mengawasi masa tenang," kata Titi.

Selain itu, potensi politik uang harus diwaspadai karena dalam Pilkada serentak ini tidak ada kesempatan putaran kedua, dan jika calon tidak maksimal maka siapapun suara terbanyak akan menang meskipun selisih suaranya sangat kecil. "Nah oleh karena itu potensi terjadinya politik uang akan meningkat dibandingkan tahapan-tahapan sebelumnya," katanya menjelaskan.

Untuk itu, kata Titi, diharapkan peran dari sesama pasangan calon untuk saling mengontrol dan mengawasi karena praktik politik uang tidak akan terjadi jika sesama pasangan calon saling mengawasi. "Yang terjadi selama ini lebih pada politik uang itu dilakukan salah satu calon sehingga menjadi pemicu pembenaran bagi calon lain melakukan praktik yang sama," ujarnya.

Menurutnya, ada dua persoalan krusial di masa tenang ini, yaitu praktik politik uang dan kampanye hitam, untuk itu pengawas pemilu tidak boleh mentolerirnya. "Apalagi Panwas punya pengawas TPS yang bekerja 23 hari sebelum pemungutan suara, dan ini bisa dioptimalkan untuk mengawasi dilingkungannya jika terjadi pelanggaran di masa tenang," katanya menambahkan.

Sumber : Antara