17
Sun, Dec
0 New Articles

Setya Novanto dan Fadli Zon Diminta Legowo

Politik
Typography

JAKARTA, BERITA7.com - Ibarat nepuk air di dulang terpercik muka sendiri, mungkin itulah pribahasa yang coco untuk Ketua dan Wakil DPR RI Setya Novanto dan Fadli Zon. Mereka sering menyebut-nyebut konsep Parlemen Modern sebagai alasan untuk mengajukan pembangunan Gedung Baru DPR RI. Kini, dengan alasan yang sama, dua orang pimpinan DPR RI, Ketua DPR Setya Novanto dan Wakilnya Fadli Zon, diharap legawa mempertanggungjawabkan tindakannya hadir di kampanye capres AS, Donald Trump.

Seperti diungkapkan Rieke Diah Pitaloka, salah satu Anggota DPR RI yang melaporkan Setya dan Fadli ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), pelaporan ke MKD itu adalah ujian buat mereka sendiri. Novanto, disebut Diah, sering mengatakan bahwa dirinya bakall melakukan perubahan melalui pembangunan parlemen modern.

"Parlemen moderen yang selalu dikatakan kredibel, transparan, akuntabel. Pemanggilan MKD dan penjelasan saat menghadiri kampanye Donald Trump adalah ujian untuk Novanto terkait Parlemen Modern yang selau disampaikannya. Jadi Novanto harus transparan menjelaskan," kata Diah Pitaloka, Rabu (9/9).

"Saatnya, dia berhadapan dengan publik dengan konsep parlemen modern. Dimana dia harus menjelaskan dengan transparan."

Sebagai pimpinan, kata Rieke, Setya dan Fadli harus benar-benar memberi contoh, merubah wajah parlemen sesuai yang dicita-citakannya. "Jadi ini ujian bagi mereka, apakah benar sanggup transparan," tegas Politikus PDIP ini.

"Menjelaskan kepada MKD artinya menjelaskan pada publik. Karena pertanyaan publik, kenapa mereka ada di kampanye Trump? Ini yang harus dijawab. Sesiuai apa yang dicita-citakan dengan parlemen modern."  (hnr/jef)