17
Tue, Jul
0 New Articles

Jenderal Tito Diyakini Tetap Ingin Berkarier di Polri

Politik
Typography

JAKARTA - Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi (Jari) 98 Willy Prakarsa merasa yakin bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak akan maju pada Pemilihan Presiden 2019 sebagai calon wakil presiden (cawapres). Apalagi, kata dia, Kapolri sudah menegaskan tak ingin berpolitik.

Hal itu disampaikan Willy terkait beredar gambar soal Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Jenderal Tito Karnavian untuk maju bertarung di Pemilu 2019. "Gambar capres dan cawapres 2019, Jokowi-Tito adalah berita bohong. Tak ada seperti itu," kata Willy di Jakarta, Kamis (3/5).

Apalagi, kata dia, Tito sudah memerintahkan jajarannya untuk bersikap netral selama pemilu dan berjanji bakal menjalankan tugasnya dengan baik di instansi Polri. "Saya yakin Pak Tito akan menjalankan amanat dari agenda reformasi dan supremasi hukum serta melaksanakan UU Polri dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan Maret 2018, nama Tito masuk dalam daftar nama cawapres potensial untuk Jokowi, meskipun elektabilitas masih kalah dengan beberapa tokoh lain. Dalam simulasi 19 nama cawapres Jokowi, nama Tito berada di urutan ketujuh dengan elektabilitas 2,9% setelah Agus Harimurti Yudhoyono 16,3%, Anies Baswedan 13%, Gatot Nurmantyo 7%, Sri Mulyani 6,1%, Mahfud MD 5%, dan Ridwan Kamil 3,9%.

Elektabilitas Tito berdasarkan survei Indikator ini mengalahkan tokoh sekelas Muhaimin Iskandar 2,6%, Kepala BIN Budi Gunawan 1,8%, Puan Maharani 1,6%, Chairul Tanjung 1,5%, Ahmad Heryawan 1,3%, Airlangga Hartarto 1,2%, Din Syamsuddin 1%, Moeldoko 0,8%, Zulkifli Hasan 0,6%, Sohibul Iman 0,2%, Romahurmuziy 0,2%, dan Jimly Asshiddiqie 0,1%.

Jika simulasi 11 nama cawapres Jokowi, Tito berada di urutan keempat dengan angka elektabilitas 5,7%. Dia berada setelah AHY yang unggul dengan angka elektabilitas 22,4%, Sri Mulyani 10,5%, dan Mahfud MD 8,4%. Lalu, Tito berada di urutan ketiga jika simulasi 7 nama cawapres Jokowi dengan tingkat elektabilitas 9,4%, kalah dari Sri Mulyani dengan elektabilitas 18,3% dan Mahfud MD 13%.

Â

Sumber: BeritaSatu