25
Wed, Apr
35 New Articles

60 Diplomat AS Akan DIusir Rusia

Politik
Typography

MOSCOW - Rusia akan mengusir enam puluh diplomat Amerika Serikat (AS) dan menutup konsulat AS di St. Petersburg. Menurut Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, pada Kamis (29/3), tindakan itu merupakan balasan pengusiran massal para diplomat Rusia yang diprakarsai oleh AS dan Inggris.

Duta besar AS untuk Moskwa, Jon Huntsman, telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia. Dia mengatakan berita itu oleh Wakil Menlu Sergey Ryabkov, Lavrov mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan dengan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura.

AS lebih dulu mengusir 60 diplomat Rusia sebagai tanggapan bersama dengan beberapa negara menyusul upaya pembunuhan mantan mata-mata Rusia di Inggris yang diduga kuat melibatkan negara Rusia. Selain itu, AS juga menutup konsulat jenderal Rusia di Seattle.

Pemerintah Inggris yang pertama kali mengusir 23 diplomat Rusia sebagai pembalasan atas serangan gas saraf terhadap Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury, Inggris barat daya, pada 4 Maret lalu. Mereka dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.

Setelah Inggris, negara-negara Uni Eopa dan Amerika Serikat juga melakukan pengusiran diplomat Rusia dan belakangan Australia mengikuti kebijakan serupa.

Dalam aksi balasan atas Amerika Serikat, Menlu Lavrov menyatakan akan menutup pula konsulat jenderal AS di St Petersburg.

"Untuk negara-negara lain, semuanya langkah yang simetris terkait jumlah yang akan meninggalkan Rusia dari misi diplomatiknya, dan begitulah sejauh ini," jelasnya kepada para wartawan di Moskow.

Lavrov menambahkan Rusia bereaksi atas 'tindakan yang sepenuhnya tidak bisa diterima yang diambil terhadap negara mereka di bawah tekanan yang amat kuat dari Amerika Serikat dan Inggris dengan menggunakan alasan yang disebut kasus Skripal'.