17
Tue, Jul
0 New Articles

Top Stories

MADRID - Gol semata wayang striker Diego Costa ke gawang Arsenal mengantarkan Atletico Madrid ke partai puncak Liga Europa. Atletico mengemas kemenangan tipis 1-0 atas Arsenal di leg kedua semifinal di Wanda Metropolitano, Jumat (4/5) dini hari WIB. Hasil ini membuat Los Rojiblancos lolos ke final Liga Europa berkat keunggulan agregat 2-1.

Sukses ini tidak lepas dari strategi permainan menyerang yang diterapkan Pelatih Diego Simeone. Tampil dengan skuat terbaiknya, Simeone melakukan sedikit perubahan pada tim intinya dengan memainkan Costa, Vitolo, dan Gabi sebagai starter.Â

Jual beli serangan terjadi di menit-menit awal. Percobaan pertama Arsenal dilakukan Alexandre Lacazette lewat umpan silang. Sedangkan Atletico lewat tendangan keras Costa yang masih belum menemui sasaran. Menit 11 Arsenal kehilangan Laurent Koscielny yang mengalami cedera achilles serius. Bek tengah Prancis itu terpaksa ditandu keluar dan tak bisa melanjutkan permainan, digantikan oleh Calum Chambers.Â

Meski tanpa sang kapten, Arsenal nyaris unggul lewat Lacazette di menit ke-30. Striker internasional Prancis itu menguasai bola di kotak penalti dan mendapat cukup ruang tembak. Sayang, eksekusinya masih melebar.

Costa justru tampil lebih efisien ketika mendapat peluang emas jelang jeda. Tepatnya, dua menit tambahan paruh pertama, mantan striker Chelsea itu menguasai bola, berduel dengan Hector Bellerin, lalu menghantam bola melewati David Ospina. Skor 1-0 untuk Atletico.

Laskar Emirates berusaha untuk bangkit di babak kedua. Dikomando oleh Ozil, ancaman demi ancaman mengalir ke kotak penalti Atletico. Beruntung, Jan Oblak tampil impresif dan menjaga gawangnya tetap perawan.

Keunggulan satu gol tuan rumah bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.Â

Â

Sumber: Sportsmole

ROMA - Setelah mengempaskan Roma 5-2 di Anfield, kini giliran Liverpool bertandang ke markas AS Roma di Stadion Olimpico dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions yang akan disiarkan Kamis dini hari (3/5) pukul 01.45 WIB nanti.Â

Mohamed Salah bermain gemilang di leg pertama. Salah mencetak dua gol serta dua assist, Sadio Mane juga mencetak dua gol, dan Roberto Firmino satu gol. Roma membalas lewat penalti Diego Perotti dan Edin Dzeko.

Unggul tiga gol, The Reds tidak boleh lengah. Roma berhasil mengalahkan Barcelona, tim yang di atas kertas lebih kuat dari Liverpool, padahal Roma defisit tiga gol. Roma mencapai semifinal dengan menyingkirkan Barcelona, setelah sebelumnya kalah 1-4 di Camp Nou pada leg pertama. Di leg kedua, Roma secara mengejutkan bangkit. Pasukan Eusebio Di Francesco menang 3-0 di Olimpico dan akhirnya lolos dengan agregat 4-4.

Pada akhir pekan lalu, Roma menunjukkan bahwa mereka mampu mencetak empat gol saat mengalahkan Chievo 4-1 di Liga Italia. Sementara, Liverpool juga menunjukkan mereka mampu bertahan dengan baik saat menahan Stoke 0-0 di Anfield.

Liverpool harus kehilangan Alex Oxlade-Chamberlain di leg kedua nanti, tetapi nama Adam Lallana didaftarkan dalam skuat yang akan bermain di Roma. Sadio Mane juga dikabarkan siap dimainkan setelah diistirahatkan pekan lalu.

Dari lima kali pertemuan terakhir, Liverpool menang tiga kali kalah sekali dan seri sekali. Pada tahun 1984, Liverpool menjadi juara Liga Champions dengan mengalahkan Roma melalui babak penalti.

Â

Berikut perkiraan susunan pemain:

Roma (4-3-3): Alisson; Kolarov, Manolas, Fazio, Florenzi; Nainggolan, De Rossi, Strootmann; Perotti, Dzeko, Cengiz Under.

Liverpool (4-3-3): Karius; Robertson, Van Dijk, Lovren, Alexander-Arnold; Milner, Henderson, Wijnaldum; Mane, Firmino, Salah.

Â

Sumber: BeritaSatu

MADRID - Pelatih Bayern Muenchen, Jupp Heynckes, tetap memuji timnya meski tersisih dari Liga Champions setelah hanya bermain imbang 2-2 dalam leg kedua semifinal, Selasa (1/5) atau Rabu dini hari WIB. Menurut Heynckes, Bayern sebenarnya tampil lebih baik dibanding Real Madrid.

Muenchen butuh kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk bisa lolos ke final. Harapan mereka sempat membuncah ketika Joshua Kimmich menjebol gawang tuan rumah yang dijaga Keylor Navas saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Namun Madrid kemudian bangkit dan balik memimpin lewat gol Karim Benzema pada menit ke-11 dan 46. Harapan tim tamu kembali muncul ketika Jamez Rodriguez mencetak gol ke gawang klub yang meminjamkannya ke Muenchen pada menit ke-63. Dia menyambut umpan dari Nicklas Sule dengan tendangan kaki kiri namun diblok.

Dia kemudian mengejar bola muntah dan melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan tak bisa diselamatkan Navas. Menghormati Madrid, pemain asal Kolombia ini memilih tak merayakan gol.

Namun dalam 27 menit waktu tersisa ternyata tak cukup bagi Bayern untuk mengejar selisih gol. Pasukan Jupp Heynckes ini pun harus rela melepaskan tiket ke final Liga Champions untuk lawannya.

Meski langkah mereka terhenti, Muenchen sebenarnya memang tampil lebih baik dibanding lawannya. "Saya sudah lama tak pernah menyaksikan Bayern tampil begitu bagus seperti ini. Madrid sendiri hanya melakukan serangan balik," kata Heynckes.

"Dalam dua pertandingan, kami benar-benar menunjukkan bahwa kami lebih baik namun kami tak mampu mencapai final. Kami mendominasi," ungkapnya.

Pelatih yang juga pernah menangani Madrid ini mengakui kiper lawan, Keylor Navas, menjadi salah satu faktor timnya gagal meraih kemenangan. "Navas bermain spektakuler khususnya pada bagian akhir pertandingan," imbuhnya.

Heynckes juga berkomentar soal blunder kiper Bayern, Sven Ulreich, yang membuat Benzema membawa Madrid memimpin. "Ulreich sedikit hilang konsentrasi. Kami menyajikan penampilan kelas dunia. Banyak menampilkan sepakbola indah. Sayang sekali kami harus tersisih," ungkapnya.

Heynckes ditunjuk menangani Muenchen saat menjalani pensiun. Dia ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti 6 Oktober 2017 lalu. Musim depan, dia tak akan lagi bertindak sebagai pelatih. Posisinya akan diisi Niko Kovac.Â

"Kali ini akan permanen. Saya tak akan duduk di bench lagi. Namun saya tak berpikir pertandingan terakhir ini buruk. Ini pengalaman yang indah," paparnya.

Â

Sumber: Goal

MADRID - Sukses Real Madrid melaju ke final Liga Champions musim ini sekaligus mengantar dua sosok terpenting tim itu, pelatih Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo, menorehkan rekor.

Real Madrid melaju ke final Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun meski hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menghadapi tim tamu Bayern Muenchen dalam laga kedua semifinal, Selasa (1/5) atau Rabu dini hari WIB. Hasil ini membuat tim asuhan Zinedine Zidane tersebut unggul agregat 4-3 karena saat melawat ke Bayern pekan lalu, mereka unggul 2-1.

Madrid sempat tertinggal lebih dulu saat laga baru berjalan tiga menit ketika gawang Keylor Navas dijebol Joshua Kimmich. Namun Madrid kemudian bangkit melalui gol-gol yang dilesakkan Karim Benzema pada menit ke-11 dan 46. Skor laga ini menjadi 2-2, setelah pemain Madrid yang tengah dipinjamkan ke Muenchen, James Rodriguez mencetak gol pada menit ke-63. Aksi pemain asal Kolombia ini menjadi gol terakhir dalam partai di Santiago Bernabeu ini.

Zidane menjadi pelatih ketiga dalam sejarah yang mampu mengantarkan tim asuhannya melaju ke final Liga Champions tiga kali beruntun. Dia mengikuti jejak Marcello Lippi dan Fabio Capello.

Namun dalam soal prestasi, Zidane sudah membuktikan dirinya lebih unggul dibanding dua pelatih asal Italia. Dalam tiga final secara beruntun itu, Lippi dan Capello hanya mampu sekali menjadi juara. Lippi membawa timnya (Juventus) lolos ke final tahun 1996, 1997, dan 1998, hanya mampu sekali mengangkat trofi yakni pada 1996.

Sementara Capello mengantar AC Milan melakukan hal serupa 1993-1995, namun hanya pada tahun 1995, dia sukses menjadi juara. Sementara, Zidane sudah mengantar Madrid menjadi juara pada dua kesempatan sebelumnya (2016, 2017) dan kini tengah berupaya menorehan prestasi spektakuler merebut gelar juara Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Sementara, penampilan Ronaldo pada leg kedua semifinal ini adalah laga ke-152 di Liga Champions. Dia melewati rekor ikon Barcelona, Xavi, sebagai pemain yang paling sering tampil di ajang keduaraan antarklub paling bergengsi di Eropa ini.

Jika dia terpilih untuk tampil dalam pertandingan pamungkas nanti maka ini akan menjadi partai final keenam yang dimainkan sepanjang kariernya. Torehan ini menyamai legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini.

Di bawah Zidane, Madrid tak pernah tersisih di ajang Liga Champions. Los Blancos selalu lolos dalam pertandingan knock out yang dimainkan kandang dan tandang. Di bawah kendali Zidane, Real Madrid selalu lolos ke final.

Jika mampu meraih kemenangan pada final pada 26 Mei mendatang di Stadion Olimpiyskiy, Kyiv, nanti berarti Madrid selalu sukses menjadi juara Liga Champions di bawah kendali Zidane. Di partai pamungkas nanti, Madrid akan berhadapan dengan pemenang semifinal lainnya, Liverpool vs AS Roma. (Agus)

MADRID - Real Madrid melaju ke final Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun meski hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menghadapi tim tamu Bayern Muenchen dalam laga kedua semifinal, Selasa (1/5) atau Rabu dini hari WIB. Hasil ini membuat tim asuhan Zinedine Zidane tersebut unggul agregat 4-3 karena saat melawat ke Bayern pekan lalu, mereka unggul 2-1.

Madrid sempat tertinggal lebih dulu saat laga baru berjalan tiga menit ketika gawang Keylor Navas dijebol Joshua Kimmich. Namun Madrid kemudian bangkit melalui gol-gol yang dilesakkan Karim Benzema pada menit ke-11 dan 46.

Skor laga ini menjadi 2-2, setelah pemain Madrid yang tengah dipinjamkan ke Muenchen, James Rodriguez mencetak gol pada menit ke-63. Aksi pemain asal Kolombia ini menjadi gol terakhir dalam partai di Santiago Bernabeu ini.

Â

Berikut fakta menarik dari pertandingan di Stadion Bernabeu ini:

- Hasil imbang ini mengantar Real Madrid mencapai final Liga Champions/Piala Champions untuk ke-16 kalinya. Tak ada tim lain yang menyamai raksasa Spanyol ini.

- Zinedine Zidane adalah pelatih pertama yang mampu membawa timnya tampil di final Liga Champions sejak Marcello Lippi melakukan hal serupa antara 1996-1998.

- Di bawah asuhan Zinedine Zidane, Real Madrid tak pernah tersisih di Liga Champions. Mereka selalu lolos dalam sembilan babak knock-out yang dimainkan kandang dan tandang di Champions League dan selalu menang dalam dua partai final sebelumnya (2016 dan 2017).

- James Rodriguez adalah pemain ketujuh dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak gol baik sebagai pemain Real Madrid ataupun lawannya. Ada enam pemain lain yang pernah melakukan hal yang sama yakni David Beckham, Alvaro Morata, Ruud van Nistelrooy, Fernando Morientes, Arjen Robben, Ivan Zamorano.

- Gol Karim Benzema yang menyamakan skor pada babak pertama terjadi setelah 28 operan (passing) yang dilakukan Real Madrid atau hanya berselisih satu dibanding gol Lucas Digne untuk Barcelona ketika melawan Olympiakos yang terjadi setelah melewati 29 operan, terbanyak sepanjang Liga Champions musim ini.

- Benzema kembali mencetak dua gol dalam satu pertandingan knock-out Liga Champions League setelah terakhir melakukannya pada Februari 2014 (melawan Schalke).

- Bayern Munich selalu gagal menorehkan clean sheet (tak kebobolan dalam satu laga) dalam 14 laga tandang terakhir mereka di Liga Champions. Ini rekor terpanjang di kompetisi ini.

- Joshua Kimmich selalu terlibat dalam tujuh gol Bayern Muenchen di Liga Champions musim ini. Ini jumlah paling banyak di antara pemain Bayern lainnya. Kimmich mencetak lima gol dan tiga assists.

- Kimmich adalah pemain kedelapan yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan (kandang dan tandang) di babak knock-out Liga Champions (tak termasuk final) melawan Real Madrid. Dia juga menjadi pemain ketiga Bayern yang mampu melakukannya setelah Lucio pada 2007 dan Giovane Elber tahun 2001.

Â

Sumber: Goal

MADRID - Real Madrid melaju ke final Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun meski hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menghadapi tim tamu Bayern Muenchen dalam laga kedua semifinal, Selasa (1/5) atau Rabu dini hari WIB. Hasil ini membuat tim asuhan Zinedine Zidane tersebut unggul agregat 4-3 karena saat melawat ke Bayern pekan lalu, mereka unggul 2-1.

Muenchen butuh kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk bisa lolos ke final. Harapan mereka sempat membuncah ketika Joshua Kimmich menjebol gawang tuan rumah yang dijaga Keylor Navas saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Gol berawal dari umpan silang jarak jauh yang dikirim Thomas Mueller dari sayap kanan. Sergio Ramos berupaya membuang bola namun tak sempurna. Bola sempat mengenai kaki Corentin Tolisso sebelum kemudian disambar rekannya, Kimmich.

Namun Madrid tak butuh waktu banyak untuk menyamakan kedudukan. Delapan menit setelah kebobolan, Marcelo melepaskan umpan silang dari sisi kiri dan langsung disambut sundulan oleh Karim Benzema. Skor pun imbang menjadi 1-1 pada menit ke-11.

Bencana bagi Muenchen kembali terjadi saat babak kedua baru berlangsung 22 detik. Tolisso bermaksud memberikan bola kepada kiper Sven Ulreich. Namun penjaga gawang Muenchen ini terpeleset.

Benzema tak menyia-nyiakan peluang ini dan melesakkan bola ke gawang yang kosong. Upaya Mats Hummels menghalangi pun gagal mencegah striker asal Prancis tersebut mencetak gol keduanya malam itu.

Harapan tim tamu kembali muncul ketika Jamez Rodriguez mencetak gol ke gawang klub yang meminjamkannya ke Muenchen itu pada menit ke-63. Dia menyambut umpan dari Nicklas Sule dengan tendangan kaki kiri namun diblok.

Mantan pemain AS Monaco ini kemudian mengejar bola muntah dan melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan tak bisa diselamatkan Navas. Menghormati Madrid, pemain asal Kolombia ini memilih tak merayakan gol.

Namun dalam 27 menit waktu tersisa ternyata tak cukup bagi Bayern untuk mengejar selisih gol. Pasukan Jupp Heynckes ini pun harus rela melepaskan tiket ke final Liga Champions untuk lawannya.

Madrid akan menghadapi pemenang antara Liverpool dan AS Roma pada partai pamungkas yang akan digelar pada 26 Mei mendatang di Stadion Olimpiyskiy, Kyiv, Ukraina. Pasukan Zidane akan berupaya menyabet trofi Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah dalam dua kesempatan sebelumnya menundukkan Atletico Madrid dan Juventus.

Â

Susunan pemain:

Real Madrid: 1 Keylor Navas; 17 Lucas Vázquez, 5 Raphael Varane, 4 Sergio Ramos, 12 Marcelo; 10 Luka Modric, 23 Mateo Kovacic (14 Casemiro 73), 8 Toni Kroos; 20 Marco Asensio (6 Nacho Fernandez 88), 9 Karim Benzema (11 Gareth Bale 72), 7 Cristiano Ronaldo.

Bayern Muenchen: 26 Sven Ulreich; 32 Joshua Kimmich, 4 Niklas Sule, 5 Mats Hummels, 27 David Alaba; 6 Thiago Alcantara; 25 Thomas Mueller, 24 Corentin Tolisso (2 Sandro Wagner 75), 11 James Rodriguez (8 Javi Martinez 84), 7 Franck Ribery; 9 Robert Lewandowski.

Â

Sumber: UEFA

BARCELONA - Barcelona memastikan diri menjuarai La Liga 2017/18 usai mengalahkan Deportivo La Coruna, 4-2, Minggu (29/4) atau Senin (30/4). Barca merengkuh gelar juara dengan catatan impresif tidak sekali pun terkalahkan di La Liga serta masih menyisakan empat pertandingan.

Hattrick dari Lionel Messi membawa Blaugrana memastikan gelar juara dengan raihan 86 poin hingga pekan ke-34. Menurut Messi, Barcelona sangat superior dibandingkan tim lain di La Liga karena tak terkalahkan hingga meraih gelar juara.

"Kami sangat superior dibandingkan para pesaing dan kami nyaris tidak terkalahkan (di semua kompetisi). Hanya sekali di Copa del Rey dan sayangnya satu pertandingan di Roma, di mana kami mengalami hasil yang sangat tidak diharapkan," kata Messi usai pertandingan.

"Kami sangat bahagia, memenangkan gelar liga memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Kami tahu bagaimana memenangkan La Liga. Itulah mengapa kami harus menghargainya dan merayakannya dengan tepat bersama-sama. Ini adalah gelar yang spesial bagi kami semua karena kami melakukannya tanpa kalah sekali pun. Kami mengalami saat yang sulit dan kami berhasil melewatinya tanpa merasakan kekalahan dan itu luar biasa," kata Messi.

Â

Kembali Torehkan Rekor

Lionel Messi mencatatkan rekor baru saat mencetak hattrick ke gawang Deportivo La Coruna, Minggu (29/4) atau Senin (30/4) WIB. Penyerang Barcelona itu mencetak 30 gol atau lebih dalam tujuh musim berbeda di La Liga saat Barcelona meraih kemenangan 4-2 atas Deportivo La Coruna sekaligus memastikan gelar juara pada musim ini.

Messi menjadi pemain pertama sepanjang sejarah La Liga yang berhasil melakukannya.

Catatan 30 gol hingga pertandingan ke-34 pada musim ini juga membuat Messi meraih rekor lain yaitu menjadi pemain yang paling banyak menyarangkan gol di La Liga sebanyak 381 gol.

Penyerang asal Argentina itu juga mencatatkan rekor lainnya hingga pekan ke-34 ini yaitu mencetak gol terbanyak selama satu musim sebanyak 30 gol. Catatan gol ini masih dapat bertambah karena Barcelona masih memiliki 4 sisa pertandingan pada musim ini.

Â

Sumber: Goal

MARSEILLEÂ - Dipertandingan lainnya, Marseille memetik kemenangan 2-0 atas tamunya Red Bull Salzburg. Bermain di Stadion Velodrome, Marseille unggul melalui gol-gol yang dilesakkan Florian Thauvin dan Clinton N'Jie. Kemenangan ini tentunya membuat Marseille di atas angin, namun Payet mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap waspada.

Salzburg menunjukkan performa luar biasa ketika menyisihkan Lazio pada babak perempat final. Mereka berhasil lolos ke semifinal meski sempat tertinggal. Payet pun menyatakan bukan tak mungkin klub Austria itu bakal bisa bangkit seperti ketika menghadapi Lazio.

“Kami memang tidak tampil sempurna namun tidak kebobolan tentunya bagus dan mencetak dua gol membuatnya lebih bagus lagi,” kata Payet yang juga kapten Marseille kepada W9.

“Kami selalu menjadi underdog, (kemenangan) ini tak mengubah apapun. Kami selalu bermain untuk menang jadi kami akan datang ke sana (kandang Salzburg) untuk menang,” papar mantan pemain West Ham United ini.

Payet sendiri tampil sangat mengesankan di Liga Europa musim ini. Dia telah menghasilkan enam assist. Dia juga selalu terlibat dalam 11 gol yang dicetak Marseille di kejuaraan ini.

Â

Arsenal Ditahan Atletico

Arsene Wenger menyatakan Arsenal seharusnya sudah memastikan tempat di final Liga Europa seandainya saja tim asuhannya itu tampil lebih tajam. Menghadapi tim tamu Atletico Madrid di seminal pertama Liga Europa, Kamis (26/4) atau Jumat dini hari WIB, The Gunners hanya memetik hasil imbang 1-1.

Arsenal unggul jumlah pemain sejak menit ke-10 setelah bek kanan Atletico Sime Vrsaljko mendapat kartu kuning kedua dan diusir wasit dari lapangan. Namun Arsenal tak mampu memanfaatkan keuntungan ini dengan maksimal.

Alexandre Lacazette dan Danny Welbeck mendapat peluang emas yang seharusnya membawa Arsenal unggul pada babak pertama. Namun pemain asal Prancis dan Inggris ini gagal memaksimalkannya.

Tuan rumah baru bisa mencetak gol saat babak kedua atau tepatnya pada menit ke-61, melalui aksi Lacazette. Mantan pemain Lyon ini menjebol gawang Atletico dengan sundulan memanfaatkan umpan silang Jack Wilshere.

Namun kesalahan yang dibuat bek Laurent Koscielny delapan menit sebelum laga usai membuat kemenangan di depan mata buyar. Blunder Koscielne membuat rekannya di Timnas Prancis, Antoine Griezmann, dengan leluasa mencetak gol.

Pasukan Diego Simeone pun pulang dengan keuntungan gol di kandang lawan. Arsenal pun harus menang dalam pertemuan kedua, Kamis pekan depan. Sebuah tugas yang sulit bagi Arsenal mengingat dalam laga kedua mereka akan tampil di Wanda Metropolitano, kandang Atleti.

"Melihat performa kami dan jalannya pertandingan maka ini adalah hasil yang sangat buruk," katanya kepada BT Sport.

"Kami harus datang ke sana dalam mood yang positif untuk bisa lolos. Kami harus mampu bangkit dari kekecewaan dan mempersiapkan diri dengan baik untuk laga berikutnya," papar Wenger yang baru saja mengumumkan akan meninggalkan Arsenal pada akhir musim ini.

"Saya merasa seperti sebuah peluang telah hilang. Kami seharusnya sudah memastikan lolos namun ini tak terjadi," kata pelatih yang telah 22 tahun menangani Arsenal ini.

Wenger mengakui salah satu faktor yang membuat timnya gagal meraih kemenangan adalah performa cemerlang kiper Atletico, Jan Oblak. Penjaga gawang asal Slovenia ini memang tampil prima dan mampu mementahkan beberapa peluang Arsenal.

"Kiper mereka melakukan banyak penyelamatan dan Anda bisa lihat mereka memiliki kualitas di lini depan sehingga bisa mengambil keuntungan," paparnya lagi.

"Kami tahu jika kami tak mencetak gol lagi, kami seharusnya tak kebobolan," ungkap Wenger.Â

Setelah kehilangan satu pemain, Atletico menunjukkan kehebatan mereka dalam bertahan. Penghuni urutan kedua La Liga itu tak pernah kebobolan dalam 11 laga terakhir di Wanda Metropolitano.

Namun Wenger tak mau menjadikan statistik sebagai statistik. "Anda jangan melihat statistik. Anda harus melihat penampilan dan kami tahu kami bisa mencetak gol di mana pun," katanya.

"Hal pertama adalah pemulihan karena para pemain sudah memberikan semuanya dan kemudian kita lihat apayang kami bisa lakukan di sana," imbuhnya.

"Kami harus datang ke sana dengan keyakinan tinggi bahwa kami bisa melakukannya (menang di kandang Atletico," kata Wenger. (Agus/BS)

MUNICH - Kemenangan 2-1 yang dipetik Real Madrid di kandang Bayern Muenchen, Rabu (25/4) atau Kamis dini hari WIB, membawa Cristiano Ronaldo mencetak rekor baru. Sukses di Allianz Arena ini mengantar pemain Portugal itu menjadi pemain yang paling sering meraih kemenangan dalam sejarah Liga Champions.

Ini merupakan kemenangan ke-96 yang dipetik Ronaldo sepanjang aksinya di kejuaraan antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut. Jumlah ini satu laga lebih banyak dibandingkan mantan rekan setimnya, Iker Casillas.

Ini juga merupakan kemenangan ke-150 yang diraih Madrid di ajang Liga Champions. Sayangnya, dalam laga ini Ronaldo gagal mencetak gol sekaligus mengakhiri performa gemilangnya yang selalu berhasil menjebol gawang lawan dalam setiap partai Liga Champions sejak Mei 2017.

Sebelumnya, dia selalu berhasil mencetak gol dalam 11 pertandingan Liga Champions secara beruntun atau sejak partai semifinal kedua Liga Champions musim lalu melawan Atletico Madrid.

Terakhir kali Ronaldo gagal mencetak gol di Liga Champions sebelum laga ini adalah pada Februari tahun lalu. Ini untuk pertama kalinya pula dia gagal menjebol gawang lawan dalam 39 pertandingan yang dimainkannya di seluruh kompetisi yang diikuti Real Madrid.

Â

Pemain paling sering menang di Liga Champions:

Cristiano Ronaldo 96

Iker Casillas 95

Xavi 91

Andres Iniesta 79

Raul 79

MUNICH - Real Madrid sukses memetik kemenangan 2-1 di kandang Bayern Muenchen pada semifinal pertama Liga Champions, Rabu (26/4) atau Kamis dini hari WIB. Marco Asensio yang baru dimasukkan pada babak kedua menjadi penentu kemenangan Real Madrid, setelah gol Muenchen yang dicetak Joshua Kimmich disamakan Marcelo.

Skor ini tentunya belum membuat Los Merengues benar-benar aman. Pasukan Jupp Heynckes masih sangat mungkin membalikkan posisi dalam laga di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (1/5) mendatang. Jika mampu menang dua gol tanpa balas, Thomas Mueller dan kawan-kawan bisa melaju ke partai pamungkas.

Namun Muenchen pastinya akan menjalani laga yang berat pekan mendatang. Apalagi mereka bakal tampil di depan pendukung Madrid.

Los Blancos tentunya memiliki peluang lebih besar untuk melaju ke final. Hasil imbang saja sudah cukup untuk membawa pasukan Zidane tampil untuk ketiga kalinya secara beruntun di final Liga Champions.

Muenchen harus kehilangan pemain sayap andalannya, Arjen Robben, saat pertandingan baru berjalan delapan menit akibat cedera. Pemain asal Belanda ini pun ditarik keluar dan digantikan Thiago Alcantara.

Tuan rumah sebenarnya unggul lebih dahulu melalui aksi Joshua Kimmich pada menit ke-28. Pemain Timnas Jerman ini berhasil menjebol gawang Keylor Navas memanfaatkan assist dari James Rodriguez.

Pada menit ke-34, Muenchen kembali harus kehilangan andalannya. Bek tengah Jerome Boateng juga harus diganti karena cedera. Heynckes pun memasukkan Nicklas Sule sebagai penggantinya.

Satu menit menjelang babak pertama usai, tim tamu mampu menyamakan skor. Umpan jarak jauh Dani Carvajal dari sisi kanan dimanfaatkan dengan maksimal oleh Marcelo. Pemain asal Brasil ini melancarkan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti dan melesak ke gawang.

Isco yang tak tampil maksimal pada babak pertama akhirnya digantikan seusai jeda. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memutuskan untuk menurunkan Marco Asensio sebagai pengganti.

Keputusan ini ternyata benar-benar jitu. Asensio menjadi penentu kemenangan tim tamu dalam pertandingan di Allianz Arena ini.

Setelah mendapatkan sodoran dari Lucas Vazquez, Asensio berhadapan satu lawan satu dengan kiper Muenchen, Sven Ulreich. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Mallorca dan Espanyol ini dengan cerdik berhasil memperdaya penjaga gawang lawan.

Â

Fakta Menarik

- Ini merupakan kemenangan Real Madrid keenam kalinya secara beruntun atas Bayern Muenchen di Liga Champions. Ini sekaligus rekor kemenangan terpanjang yang dicetak Madrid atas lawannya di Liga Champions. Tim raksasa Spanyol ini juga pernah menang enam kali beruntun atas Ajax Amsterdam antara 2010-2012.

- Dalam tiga pertandingan terakhir melawan Real Madrid, Bayern selalu berhasil memimpin lebih dulu dalam partai Liga Champions namun kemudian kalah. Dua laga sebelumnya terjadi pada perempat final Liga Champions musim lalu.

- Ini merupakan kemenangan ke-150 yang dipetik Real Madrid di ajang Liga Champions. Baru mereka yang berhasil menorehkan prestasi ini.Â

- Cristiano Ronaldo untuk pertama kalinya gagal mencetak gol dalam partai Liga Champions sejak Mei 2017. Sebelumnya dia selalu sukses menjebol gawang lawan dalam 11 pertandingan beruntun di ajang ini.

- Tiga gol terakhir di Champions League dicetak Marco Asensio setelah masuk sebagai pemain pengganti. Semua dicetaknya di babak knock-out – dua melawan Bayern (perempat final musim lalu dan laga ini) dan satu lainnya ketika melawan Juventus pada final musim lalu.

- Joshua Kimmich selalu terlibat dalam sembilan gol yang dicetak Bayern di Liga Champions musim ini (6 gol dan tiga assists). Tak ada pemain Muenchen lain yang memiliki keterlibatan sebanyak dirinya. (Agus)

LIVERPOOL - Liverpool sukses membekap AS Roma dengan skor telak 5-2 pada leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (24/4) atau Rabu (25/4) dini hari WIB. Hasil ini menurut pelatih Jurgen Klopp adalah berkat penampilan yang fantastis dari para pemainnya.

"Tentu saja kami akan lebih senang dengan kemenangan 5-0 atau 5-1 tapi skor 5-2 adalah hasil yang fantastis. Kami akan bermain ke sana dan kembali mencoba (meraih kemenangan). Kami melancarkan serangan cepat ke lini pertahanan mereka, dan itu mengubah keseluruhan pertandingan. Mereka tidak mampu mengantisipasinya," kata Klopp kepada BT Sport usai pertandingan.

"Kami mencetak gol-gol itu dan semestinya bisa mencetak lebih banyak gol. Ini adalah hasil yang positif, pada saat ini tidak semua terasa positif karena mereka berhasil mencetak dua gol, tapi besok saya akan mengevaluasi apa yang bagus pada pertandingan ini. Pertandingan ini jauh lebih baik dari yang saya prediksi sebelumnya, tapi kami memang membuat sedikit kesalahan."

Mohammed Salah mencetak dua gol serta dua assist dan memperbesar peluang The Reds lolos ke final Liga Champions. Bermain melawan mantan klubnya, Salah mencetak dua gol di babak pertama serta memberikan umpan matang bagi dua gol Liverpool yang dicetak Sadio Mane serta Roberto Firmino di babak kedua. Saat ditarik keluar, Salah mendapatkan standing ovation dari para penonton yang memadati Stadion Anfield malam itu, 15 menit sebelum bubaran.

Sayangnya Salah kemungkinan harus kembali mencetak gol di Roma, karena saat penyerang asal Mesir itu ditarik keluar, I Giallorossi mencetak dua gol lewat aksi Edin Dzeko dan Diego Perotti.

Dua gol yang dicetak Roma membuat mereka memelihara peluang lolos saat menjamu Liverpool pada leg kedua, Rabu (5/5) mendatang.

Â

Sumber: Daily Star

LIVERPOOL - Mohamed Salah menunjukkan kecemerlangannya saat membawa Liverpool menggasak AS Roma, 5-2, di leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (24/4) waktu setempat atau Rabu (25/4) dini hari WIB.

Salah mencetak dua gol serta dua assist dan memperbesar peluang The Reds lolos ke final Liga Champions. Bermain melawan mantan klubnya, Salah mencetak dua gol di babak pertama serta memberikan umpan matang bagi dua gol Liverpool yang dicetak Sadio Mane serta Roberto Firmino di babak kedua. Saat ditarik keluar, Salah mendapatkan standing ovation dari para penonton yang memadati Stadion Anfield malam itu, 15 menit sebelum bubaran.

Sayangnya Salah kemungkinan harus kembali mencetak gol di Roma, karena saat penyerang asal Mesir itu ditarik keluar, I Giallorossi mencetak dua gol lewat aksi Edin Dzeko dan Diego Perotti.

Dua gol yang dicetak Roma membuat mereka memelihara peluang lolos saat menjamu Liverpool pada leg kedua, Rabu (5/5) mendatang.

Kemenangan Liverpool sayangnya memakan korban saat Alex Oxlade-Chamberlain ditarik keluar pada 15 menit pertama. Menurut pelatih Jurgen Klopp, cedera yang dialami Oxlade-Chamberlain cukup parah. "Kemungkinan cedera yang dialami Oxlade-Chamberlain cukup parah. Ini berita buruk bagi kami. Skuat kami tidak membesar pada saat ini sehingga sekarang kami harus tampil kreatif dalam beberapa pekan mendatang," kata Klopp kepada BT Sport.

Advertisement