17
Tue, Jul
0 New Articles

Diplomasi RI Tahun 2017 Tekankan Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia

Nasional
Typography

Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan diplomasi Indonesia pada 2017 menekankan keberpihakan kepada kemanusiaan dan penciptaan perdamaian dunia. Ada dua isu yang menonjol sepanjang 2017 yaitu perubahan status quo kota Yerusalem dan krisis kemanusiaan warga Rohingya.

Retno dalam pidatonya pada Pernyataan Pers Menlu (PPTM) di Kementerian Luar Negeri, Selasa (9/1), mengatakan pada akhir tahun lalu, dunia dikejutkan dengan perubahan sepihak status Yerusalem oleh Amerika Serikat (AS). Namun, sikap mayoritas anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menentang hal tersebut lewat hasil voting di sidang PBB New York pada 21 Desember lalu.

“Sikap Indonesia terhadap Palestina termasuk isu Yerusalem sudah jelas, tegas, konsisten sesuai panggilan konstitusi,” kata Retno.

PPTM adalah pidato tahunan menlu yang digelar setiap awal tahun untuk menyampaikan capaian sepanjang tahun sebelumnya, serta arahan dan kebijakan untuk tahun yang baru. Dalam acara ini juga dilakukan peluncuran situs Peduli WNI dan penyerahan penghargaan Adam Malik Award untuk media massa.

PPTM hari ini dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, para perwakilan organisasi internasional, dua mantan menlu yaitu Hassan Wirajuda dan Marty Natalegawa, mantan wakil menlu Dino Patti Djalal, dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais.

Dalam isu Yerusalem, Indonesia terus mendukung Palestina tidak hanya secara politik tetapi juga ekonomi dan teknis. Indonesia tahun ini menerapkan zero tarif untuk produk Palestina ke Indonesia, serta meningkatkan kerja sama desalinasi air dan kesehatan.

Terkait isu Rohingya, Retno mengatakan Indonesia adalah negara pertama yang berada di Myanmar dan Bangladesh pasca siklus kekerasan terbaru pada Agustus 2017. Indonesia juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ratusan ribu pengungsi Rohingya di dua negara itu, serta menjadi pelopor bantuan dari lembaga bantuan ASEAN (AHA Center).

“Instabilitas suatu negara pasti mempengaruhi instabilitas kawasan. Indonesia tidak ingin itu terjadi,” kata Retno.

Peran Indonesia terhadap perdamaian juga dilakukan atas Afghanistan. Retno menjadi menlu RI pertama setelah lebih dari 50 tahun yang melakukan kunjungan bilateral ke Kabul.

Â

Â

Sumber: Suara Pembaruan