17
Sun, Dec
0 New Articles

Meikarta Bukukan Prapenjualan Rp 4,9 Triliun

Nasional
Typography

[JAKARTA] PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), pengembang kota baru Meikarta, menyatakan, sejak diluncurkan Mei lalu atau hanya dalam waktu empat bulan, Meikarta telah membukukan prapenjualan senilai Rp 4,9 triliun.

Dengan demikian, total prapenjualan perseroan hingga akhir kuartal III tahun ini atau selama Januari-September 2017 mencapai Rp 5,4 triliun. “Itu merupakan angka prapenjualan tertinggi sepanjang sejarah Lippo Karawaci,” ujar Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (23/10).

Menurut dia, di tengah pelemahan pasar properti, Lippo Karawaci memutarbalikkan tren dengan meluncurkan Meikarta, kota modern baru yang berkualitas namun tetap terjangkau di jantung pusat industri Indonesia. “Kami percaya pasar properti Indonesia akan mulai pulih pada akhir 2017,” tutur dia.

Hunian vertikal Meikarta yang ditawarkan Lippo Group dengan harga mulai kisaran Rp 6,7 juta per m2 atau sekitar Rp 127 juta per unit diharapkan mampu mengatasi defisit (backlog) rumah yang saat ini mencapai 11,38 juta unit. Selain itu, proyek Meikarta digadang-gadang mendatangkan efek pengganda (multiplier effect) dan dampak menetes ke bawah (trickle-down effect) yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi.

Proyek kota baru Meikarta bakal dibangun di atas lahan 500 ha dengan investasi Rp 278 tiliun. Lokasi kota baru ini berada di jantung ekonomi Indonesia, yakni koridor Jakarta-Bandung, persisnya di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Visi Meikarta adalah menjadi kota paling besar dan paling indah di Indonesia untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik, bahkan lebih baik dari Jakarta.

Pada tahap pertama, di Meikarta akan dibangun 250 ribu unit apartemen dengan total luas bangunan 22 juta m2 yang akan langsung menampung lebih dari satu juta komunitas perkotaan.

Kelak, di area Meikarta ada Central Business District (CBD) Orange County. Lalu, ada mal terbesar seluas 300 ribu m2, ada 10 hotel bintang lima, dan ruang publik.

Selain itu bakal dibangun central park di atas lahan seluas 100 ha yang di dalamnya ada danau buatan seluas 25 ha. Proyek ini juga dilengkapi transportasi yang terintegrasi dan convention center. Meikarta akan menjadi kota baru yang sangat strategis karena bakal dilewati antara lain kereta cepat Jakarta-Bandung dan dekat dengan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

 

Akuisisi Bersama

 

Ketut Budi Wijaya juga mengungkapkan, rencana akuisisi bersama terhadap Lippo Plaza Jogya dan Siloam Hospitals Yogyakarta oleh Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) dan First Real Estate Investment Trust (First REIT) dengan total nilai estimasi Rp 834,6 miliar bakal kembali dilaksanakan.

“Kami senang model bisnis recycling capital kami telah berjalan dengan baik. Akuisisi Siloam Hospitals Buton oleh First REIT telah tuntas dan penjualan properti di Yogyakarta akan kembali dilaksanakan. Kami akan bekerja keras dan senantiasa melaksanakan strategi asset light kami secara konsisten untuk mengembangkan bisnis kami,” tegas dia.

Dia menjelaskan, LMIRT dan First REIT telah menandatangani akta usaha bersama (joint venture) atas rencana akuisisi bersama untuk bangunan terintegrasi (properti) di Yogyakarta dari Lippo Karawaci. Properti ini terdiri atas komponen mal ritel yang dikenal sebagai Lippo Plaza Jogya (LPJ) dan komponen rumah sakit yang dikenal sebagai Siloam Hospitals Yogyakarta (SHYG).

LPJ, kata Ketut Budi Wijaya, akan diakuisisi senilai SGD 61,1 juta dan SHYG senilai SGD 27,28 juta. Transaksi akuisisi properti-properti tersebut tergantung persetujuan para pemegang unit penyertaan real estate investment trusts (REITs) serta persetujuan Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Dia mengemukakan, struktur akuisisi bersama ini dilakukan karena tidak adanya peraturan daerah di Yogyakarta untuk menerbitkan akta sertifikat strata secara terpisah untuk LPJ dan SHYG. “JV Yogyakarta Indoco pada 13 Oktober 2017 telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA) untuk rencana akuisisi properti tersebut dan akan memegangnya dalam satu akta sertifikat hak guna bangunan (HGB),” papar Ketut Budi Wijaya.

Dia menambahkan, SHYG memiliki luas kotor bangunan (gross floor area/GFA) 12.474 m2 dengan kapasitas maksimum 220 tempat tidur. “SHYG beroperasi sejak Juli 2017 dengan center of excellence untuk neuroscience dan kardiologi,” ujar dia.

Adapun LPJ memiliki GFA seluas 66.098 m2, terdiri atas 35.965 m2 untuk mal dan 30.133 m2 untuk wilayah parkir yang telah diisi beragam penyewa, termasuk bioskop, para penjual makanan, dan hypermarket. “Mal ini telah menjadi salah satu pusat gaya hidup terbaru di Yogyakarta dan telah beroperasi sejak Juni 2015,” tutur Ketut Budi Wijaya.

 

(Sumber: Suara Pembaruan)