17
Sun, Dec
0 New Articles

James Riady: Pertumbuhan Properti Terjadi Karena Pembangunan Hunian Terjangkau

Nasional
Typography

Jakarta - Pembangunan kota modern Meikarta dengan nilai investasi Rp 278 triliun di wilayah Cikarang, memberikan dampak pengganda (multiplier effect) terhadap ekonomi nasional.

Apalagi, data Indonesian Property Watch (IPW) mencatat terjadi pertumbuhan penjualan hunian sebesar 5 persen pada semester pertama 2017. Hal ini membuktikan, adanya pergerakan daya beli untuk sektor properti.

Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Riady, mengatakan, pertumbuhan sektor properti terjadi karena didorong oleh pembangunan hunian yang terjangkau masyarakat.

"Pengembang harus memiliki terobosan dalam menyediakan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat. Terlebih, Indonesia masih dihadapkan pada masalah ketersediaan perumahan (backlog) yang jumlahnya lebih dari 11 juta unit," ujar James Riady dalam acara BTN Golden Property Awards 2017, di Jakarta, Senin (11/9).

Menurutnya, semua indikator makro ekonomi yang ada di Indonesia meningkat. "Kita bisa lihat kebutuhan itu masih besar. Tetapi, harga rumah tidak terjangkau," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut James, Lippo Group memutuskan untuk membangun Meikarta, sebagai kota mandiri baru di timur Jakarta yang diyakini bakal menjadi jantung perekonomian baru karena didukung kawasan-kawasan industri yang berlokasi Bekasi dan Kawarang.

"Jika defisit perumahan banyak, tentunya harus ada terobosan dari kalangan pengembang. Maka dari itu, Lippo Group saat ini tengah membangun sebuah kota terpadu Meikarta, yang diharapkan mampu menampung kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, James Riady mengatakan, Lippo Group optimistis penjualan Meikarta akan terus meningkat. "Terlebih, Meikarta menawarkan konsep hunian modern yang terjangkau kalangan konsumen menengah ke bawah," tambahnya. (Sumber Beritasatu)