21
Tue, Aug
29 New Articles

Ini Respon Penambahan Libur Lebaran

Nasional
Typography

JAKARTA - Anggota Komisi X yang membidangi Pendidikan DPR Yayuk Sri Rahayuningsih menyoroti perpanjangan libur Lebaran. Dia menilai, penambahan hari libur dan cuti, akan mengganggu kinerja pegawai negeri sipil (PNS) terutama yang bekerja di institusi pendidikan, sehingga kebijakan tersebut mengganggu proses belajar mengajar.

“Siswa bisa banyak kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan mata pelajarannya sesuai waktu," ujar Yayuk di Jakarta, Jumat (4/5)

Jika pemerintah tetap menambah waktu libur, sekolah sebaiknya tidak ikut diliburkan supaya proses belajar siswa dapat tepat waktu.

Adapun bagi PNS yang bolos usai libur panjang, ia minta agar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi saksi tegas. Perilaku PNS tersebut, dinilai sangat buruk dan memberi pesan bahwa kinerja PNS memang tidak produktif. "Dikasih sanksi yang berat, tak hanya teguran. Sudah libur panjang, tetap bolos, kapan kerjanya, gak produktif itu,” tegasnya.

Sementara dari kalangan pengusaha Yurie Rusphandy, pendiri sekaligus pemilik Rattu Beverage, perusahaan distributor minuman premium di 7 kota besar mengatakan, penambahan libur mengganggu perencanaan bisnis dan manajemen yang sudah disusun. "Padahal sebagai distributor, ia sudah punya target agar bisnis bisa maksimal," kata Yurie.

Perusahaan memang menerapkan sistem libur atau cuti bagi yang merayakan hari raya tersebut. Bagi karyawan yang muslim, maka ada libur khusus di hari raya Idul Fitri. Hal ini berlaku juga bagi karyawan beragama lain di hari raya mereka masing-masing. Namun perusahaan sudah punya perhitungan sendiri soal berapa lama mereka diizinkan libur. "Kebijakan libur panjang yang dicanangkan pemerintah, menurut kami terlalu lama. Padahal sejak awal tahun kami sudah menetapkan libur hari raya perusahaan. Tentu hal ini akan sangat mengganggu kegiatan operasional dan produksi kami," tegas Yurie, saat dihubungi media.

Dia mengatakan, pemerintah bisa mengkaji ulang, agar proses dan rencana produksi pengusaha tidak berubah. Menurut dia, kebijakan libur yang terlalu panjang, akan berdampak pada penurunan produktivitas. Seringkali, karena libur terlalu panjang, semangat atau etos kerja para karyawan tidak langsung tune in. Alhasil, dari sisi kinerja cenderung turun.

Seperti diketahui, tiga menteri telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018. Dalam SKB itu tertuang bahwa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah total jadi sembilan hari terhitung dari 11 hingga 20 Juni 2018, dari sebelumnya 4 hari, menjadi 7 hari.

Â

Sumber: BeritaSatu