21
Tue, Aug
29 New Articles

Operasi Tinombala Berlanjut, TNI Mengedepankan Operasi Teritorial dan Pendekatan Humanis

Nasional
Typography

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sabrar Fadhillah mengatakan dalam perpanjangan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, TNI tidak akan menambah jumlah pasukan dan akan mengedepankan operasi teritorial dan pendekatan humanis.

"Kami lebih mengedepankan operasi teritorial, itu yang dikedepankan," kata Sabrar, di kawasan Monas, Rabu (25/4).

Operasi Teritorial adalah operasi yang dijalankan oleh satuan militer dengan sasaran, waktu, tempat, dan dukungan logistik yang telah ditetapkan sebelumnya. Operasi tersebut disusun dengan perencanaan terinci untuk mencapai misi khusus atas perintah dari komando atasan.

Operasi Tinombala diperpanjang hingga tiga bulan ke depan terhitung sejak 1 April 2018.

Sabrar juga menyebut pihaknya tidak akan mengganti pasukan dan hanya meneruskan pasukan sebelumnya yang sudah terlibat dalam operasi itu.

"Meneruskan sisa yang kemarin, sambil nanti menunggu yang berikutnya ditata kembali," ujar Sabrar.

Selain itu, Sabrar mengatakan dalam perpanjangan operasi kali ini TNI juga lebih mengedepankan pendekatan humanis. Tujuannya, menyadarkan anggota kelompok teroris Santoso agar bergabung dengan Indonesia.

Lebih lanjut, Sabrar menyampaikan perpanjangan Operasi Tinombala guna menyisir anggota kelompok teroris pimpinan Santoso yang masih terus bergerak sampai saat ini.

Sabrar pun menyebut pihaknya juga mewaspadai adanya pengaruh dari internasional terhadap kelompok teroris tersebut. Namun, Sabrar tak menjelaskan secara rinci pengaruh seperti apa yang dimaksud.

"Dipengaruhi lewat internet, bisa lewat media, bisa lewat saling berhubungan, itu yang perlu dijaga," kata Sabrar.

Terpisah, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berharap masalah terorisme di Poso bisa segera tuntas.

Hal itu disampaikan dalam acara penyambutan Kapolda Sulteng baru, Brigjen Pol Ermi Widyatno yang menggantikan Brigjen Pol Ketut Argawa.

"Brigjen Pol Ketut Argawa juga sudah menyampaikan bahwa masih ada sisa-sisa teroris yang belum tertangkap atau menyerahkan diri. Mudah-mudahan pak Kapolda yang baru dengan dukungan pasukan dan masyarakat Sulawesi Tengah, masalah Poso ini dapat diselesaikan bersama-sama," tutur dia, dikutip dari Antara.

Operasi Tinombala sudah berlangsung sejak 2015 untuk mengejar anggota kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MTI) pimpinan Santoso --sudah tewas di tangan personel TNI. Diperkirakan, saat ini masih ada tujuh terduga anggota teroris yang tersisa.

Â

Sumber: CNN