17
Tue, Jul
0 New Articles

Tangkal Radikalisme, Menko Polhukam: Program Bela Negara Munculkan Kembali Cinta Tanah Air

Nasional
Typography

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, program bela negara dapat menangkal paham radikalisme. Program tersebut, juga mampu melawan gerakan yang tidak cinta tanah air.

‎"Kalau warga negara sudah punya kesadaran bela negara yang tinggi, otomatis akan mereduksi banyak sekali ujaran kebencian, saling menghujat, saling cerca, ‎dan akan menghentikan berbagai tindakan radikalisasi," kata Wiranto di Kementerian Polhukam, Jakarta, Jumat (13/4).

Wiranto menjelaskan, program bela negara dapat memunculkan kembali rasa cinta terhadap tanah air dan memiliki rasa nasionalisme, sekaligus memunculkan kembali karakter bela negara itu yang saat ini sudah mulai hilang.

"Suatu negara yang berdaulat itu butuh satu kesatuan yang utuh. Kesatuan yang utuh dari warga negaranya itu bisa terjadi kalau setiap warga negara punya kesadaran bela negara. Maka diatur dalam UUD bahwa setiap warga negara punya kewajiban yang sama dalam pembelaan negara," jelasnya.

Wiranto menegaskan, program tersebut dikelola oleh Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) yang berada dibawah Kemko Polhukam. Wantannas akan menyusun konsep realistis yang bisa membumi, yang bisa dipahami warga negara Indonesia. Terutama pada saat ancaman berubah bukan lagi seperti ancaman militer, tapi multi dimensional, berbagai spektrum, maka harus ada satu pembaharuan untuk memberikan pendidikan bela negara yang tepat kepada warga.

"Tanpa terkesan indoktrinasi, tapi kesadaran. Itu yang kita kedepankan," tutup Wiranto.

Â

Sumber: Suara Pembaruan