21
Tue, Aug
29 New Articles

Ketua DPR Pilkada Langsung Banyak Mudaratnya

Nasional
Typography

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji soal baik buruknya pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung yang saat ini diterapkan. Permintaan tersebut, untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi.

"Kami minta kepada KPK untuk melakukan pengkajian. Apakah benar yang disampaikan sebagian masyarakat kepada kami di DPR bahwa Pilkada langsung ini lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya," kata Bamsoet di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/3).

Bamsoet mengungkapkan, anggota DPR kerap menerima laporan bahwa Pilkada secara langsung justru membuat korupsi makin marak. Hal ini tidak terlepas dari tingginya biaya politik untuk bertarung di Pilkada.

"Kami memberikan masukan berdasarkan masukan dari masyarakat bahwa ada sebagian publik menilai Pilkada langsung lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Karena makin memperbesar korupsi di daerah-daerah karena untuk maju sebagai kepala daerah itu sangat dibutuhkan biaya yang sangat tinggi, dan akhirnya ujung-ujungnya korupsi," katanya.

Sementara itu, Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyanggupi permintaan Bamsoet. Agus berjanji KPK akan mengkaji mengenai Pilkada ini dengan menggandeng seluruh pihak terkait.

"Kita akan melakukan kajian lagi, kajian pasti kita akan melibatkan banyak stakeholder, tadi juga Pak Syamsudin Haris dari LIPI juga datang. Nanti kita undanglah banyak ahli banyak pakar kita undang, untung-ruginya, baik-buruknya, apakah pilkada langsung atau apakah pilkada keterwakilan seperti yang lalu," kata Agus.

Â