17
Sun, Dec
0 New Articles

Cuitannya Timbulkan Kebencian, Ahmad Dhani Dipanggil Polisi

Hukum
Typography

Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, berencana memanggil musisi Ahmad Dhani terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian lewat media sosial Twitter. Kasus tersebut sudah naik dari penyelidikan ke dalam proses penyidikan.

"Yang jelas kondisinya sekarang naik ke proses penyidikan," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan, Selasa (25/7).

Dikatakannya, penyidik menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan karena telah mengantongi minimal dua alat bukti berupa keterangan saksi dan barang bukti.

"Intinya untuk kasus itu kita naikkan ke proses sidik. Ya sementara seperti itu (sudah menemukan dua alat bukti). Ada keterangan saksi dan barang bukti," ungkapnya.

Ia menyampaikan, rencananya penyidik akan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa kembali, termasuk terlapor Dhani.

"Ya sudah pasti akan kita periksa (Dhani). Ya nanti akan kita kasih tahu jadwalnya. Yang pasti saksi-saksinya yang akan kita lakukan pemeriksaan dulu, setelah itu yang dilaporkan akan kita panggil dengan statusnya sebagai saksi," katanya.

Setelah pemeriksaan saksi-saksi dan terlapor, tambahnya, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah pentolan Grup Band Dewa 19 itu bisa ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

"Setelah itu baru kita gelar perkara lagi untuk menaikan status apa bisa jadi tersangka atau tidak," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ahmad Dhani harus berurusan kembali dengan polisi, setelah pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat melaporkannya terkait kasus dugaan menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian melalui media sosial Twitter, ke Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/3) malam.

Laporan yang dibuat pelapor Jack Boyd Lapian dengan nomor: LP/1192/III/2017/PMJ/ Ditreskrimsus, itu berkaitan dengan cuitan Dhani di Twitter yang berisi: "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya."

Cuitan Dhani itu, diduga mengandung unsur kebencian dan permusuhan, serta melanggar Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Laporan itu, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diproses lebih lanjut.(Tim/h)