17
Sun, Dec
0 New Articles

Ups !!! Kim Jong-nam tewas akibat cairan kimia pemusnah massal

Hukum
Typography

Kuala Lumpur-B7, 24/2/17 (SOLUSSI/BENDERRA) - Pihak Kepolisian Kerajaani Malaysia menyatakan, racun yang digunakan dalam pembunuhan Kim Jong-nam disebut sebagai “agen saraf VX”, yaitu cairan mematikan yang hanya digunakan dalam perang kimia. Temuan berdasarkan analisa awal yang diambil dari lap penyeka wajah dan mata kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, tersebut.

Cairan yang sangat beracun itu dikenal juga sebagai ethyl N-2- Diisopropylaminoethyl Methylphosphonothiolate, dikategorikan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai senjata pemusnah massal.

Kim Jong-nam tewas pada 13 Februari lalu dalam perjalanan ke rumah sakit setelah melapor kepada petugas bandara bahwa dirinya telah disemport cairan di wajahnya saat menunggu penerbangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Video dari CCTV bandara menunjukkan seorang perempuan mendekap wajahnya.

Sebelumnya, polisi Malaysia menyebut dua penyerang perempuan mengusap cairan ke wajah Kim, lalu berjalan menjauh dan segera mencuci tangan mereka.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) menyatakan VX sebagai racun paling ampuh dan hanya digunakan dalam perang kimia. Cairan itu bening, tidak berwarna seperti minyak mesin. Setetes cairan yang diserap lewat kulit sudah cukup fatal untuk menganggu sistem saraf. Cairan itu dikembangkan sekitar tahun 1950 di Inggris saat penelitian pestisida, tapi akhirnya disebut terlalu beracun untuk digunakan.

“Ada kemungkinan kontak dari cairan VX ke kulit, sekalipun langsung dicuci, tetap mematikan,” sebut pusat kontrol tersebut.

Semua agen saraf menyebabkan efek racun dengan cara mencegah proses sewajarnya untuk menghentikan enzim pada kelenjar dan otot. Tanpa penghentian, kelenjar dan otot akan terus distimulasi, sampai akhirnya kelelahan dan tidak mampu mempertahankan pernafasan.

Saddam Hussein disebut sebagai korban dari cairan VX saat Perang Iran-Irak. Pasokan VX diduga juga terdapat di Suriah, meskipun hanya AS dan Rusia yang mengaku memiliki VX atau agen yang sama.

Polisi Malaysia menyatakan Pusat untuk Senjata Kimia masih menganalisa hal lainnya. Malaysia sudah menahan empat tersangka termasuk dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) dan Vietnam. Malaysia juga masih mengejar tujuh tersangka lainnya, termasuk sudah meminta bantuan Interpol untuk pencarian empat tersangka warga Korut. Demikian 'Suara Pembaruan' sebagaimana diolah Tim 'SOLUSSInews' dan 'BENDERRAnews' untuk 'Berita7.com'. (Tim)