17
Sun, Dec
0 New Articles

Irman Gusman tak bisa berpolitik lagi, divonis pidana 4,5 tahun

Hukum
Typography

Jakarta-B7, 20/2/17 (SOLUSSI/BENDERRA) - Dipidana penjara 4,5 tahun, denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurangan, itulah vonis yang dijatuhkan kepada Irman Gusman, mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah.

Vonis itu terungkap dalam sidang perkara suap kepengurusan kuota impor gula. Selain pidana badan, majelis hakim yang diketuai Nawawi Pamulango juga mengenakan pidana tambahan penncabutan hak politik Irman untuk dipilih selama tiga tahun sejak yang bersangkutan selesai menjalani pidana pokok.

"Menyatakan mencabut hak politik terdakwa untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun," kata Nawawi membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/2/17).

Irman dinyatakan terbukti menerima suap dari pemilik CV Semesta Berjaya pasutri Xaveriandy Susanto dan Memi yang lebih dulu dipidana, sebesar Rp100 juta, setelah mengurus CV Semesta Berjaya mendapat kuota dengan menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti.

Majelis hakim berpendapat, perbuatan Irman memenuhi unsur menerima hadiah atau janji dalam Pasal 12 hurub b UU Tipikor. Namun, vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana tujuh tahun penjara, denda Rp200 juta subsider lima bulan kurungan, serta pidana tambahan pencabutan hak politik selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Majelis hakim menyebut, perbuatan Irman telah mencederai amanatnya selaku Ketua DPD. Irman juga tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak jujur selama persidangan.

Seusai mendengarkan vonis, baik Irman maupun pihak penuntut umum menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Demikian 'Suara Pembaruan' dan 'BeritaSatu.com' yang diolah Tim 'SOLUSSInews' serta 'BENDERRAnews' untuk 'Berita7.com'. (Tim)