25
Wed, Apr
35 New Articles

Miras Oplosan di Jabar, Total 61 Orang Tewas

Hukum
Typography

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan jumlah korban yang tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di wilayah hukum Jawa Barat (Jabar) hingga saat ini mencapai 61 orang.

"Salah satu hal yang berkaitan dengan narkotika adalah miras, dan hingga saat ini korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Jawa Barat bertambah, menjadi 61 orang. Itu hampir dua peleton," kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto, ditemui usai menjadi pembicara talkshow kampanye bahaya narkoba yang diadakan oleh Citilink Indonesia-BNN, di Bandung, Minggu (15/4).

Kapolda Jawa Barat mengatakan jumlah korban tewas akibat miras paling banyak di Cicalengka, Kabupaten Bandung. "Dari 61 orang, di Cicalengka saja 42 orang, di Polrestabes Bandung tujuh, tambahan di Cianjur ada dua orang, di Ciamis satu orang, kemudian di Pelabuhan Ratu, Sukabumi itu ada tujuh orang juga," paparnya.

Polda Jawa Barat, menurut dia, terus memburu para produsen dan penjual miras oplosan karena dampak yang diakibatkan sangat mengkhawatirkan.

"Kita terus kejar mereka, kita akan kembangkan terus nanti kalau sudah dapat TSK-nya (tersangka) kita bisa kembangkan lagi, kita lihat nanti," ujarnya.

 

Pemberantasan Narkoba dan Miras Oplosan

Pemberantasan dan pencegahan narkoba dan minuman keras (miras) oplosan tidak hanya tugas dari Kepolisian RI (Polri). Kalangan intelijen, birokrasi, hingga masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam memberantas dan mencegah peredaran narkoba dan miras.

Demmikian dikatakan pengamat intelijen Susaningtyas NH Kertopati yang akrab disapa Nuning di Jakarta, Minggu (15/4). “Saya sependapat dengan yang disampaikan Wakapolri Komjen Syafruddin bahwa dalam memberantas narkoba dan miras oplosan harus dilaksanakan oleh semua pihak terkait hingga ke tingkat birokrasi terendah di daerah. Jadi, bukan hanya oleh Polri,” kata Nuning.

Dikatakan, masyarakat juga harus turut serta waspada dan mengawasi lingkungan sekitar. Kerja sama yang baik antara anggota masyarakat dan aparat, kata Nuning, akan mempercepat penanggulangan narkoba dan miras.

“Di sini, peran aktif intelijen, terutama intelijen keamanan Polri juga sangat dibutuhkan agar deteksi dini dan detekdi aksi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat,” tuturnya. Menurut mantan anggota Komisi I DPR itu, keberadaan narkoba dan miras dipastikan akan merusak sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dikatakan pula, kondisi Indonesia di masa depan akan banyak didominasi dengan penyelesaian konflik dalam negeri antarmasyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah. Selain konflik komunal yang bersifat vertikal dan horisontal tersebut, maka kondisi dalam negeri banyak dipengaruhi manajemen SDM untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Bonus demografi, kata dia, harus menjadi kontribusi Indonesia dalam menghadapi situasi global yang dinamikanya semakin cepat. Jika SDM dirusak oleh narkoba dan miras, maka Indonesia tidak akan bisa bersaing untuk menjadi negara besar dan berpengaruh di kawasan.

"Untuk itu, alangkah baiknya bila dalang dan produsen miras oplosan dan narkoba ini diberantas tuntas," ujarnya.

 

Sumber: BeritaSatu