25
Wed, Apr
36 New Articles

Pabrik Miras Oplosan Diungkap Polda Jabar

Hukum
Typography

JAKARTA - Kerja keras polisi mengungkap pusat produksi minuman keras (miras) oplosan membuahkan hasil. Tim yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, menemukan sebuah bunker yang tersembunyi rapi dalam sebuah rumah mewah.

Lokasinya berada di Jalan Raya By Pass, Kampung Bojong Asih, RT 03/08 Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Di halaman belakang itu terdapat sebuah kolam yang cukup luas, sedang di sudut sebelah kanan terdapat gazebo (saung) berukuran 2,5 m x 2,5 m.

Bunker tersebut tepat berada di bawah gazebo itu. Bunker dengan ukuran panjang 18 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,20 meter itu diduga sebagai tempat penyimpanan bahan baku, produksi, dan menyimpan minuman oplosan siap edar.

"Sepintas orang yang masuk rumah ini pasti tidak tahu, kita lihat ada bunker yang cukup profesional, tinggi 3,5 dengan luas 25 meter persegi," kata Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto di Bandung, Kamis (12/4).

Agung menambahkan, bunker tersebut terbagi menjadi dua. Salah satunya digunakan untuk meracik.

"Di situ ada exhaust pan, dibuatkan cerobong, ini untuk menghindari uap alkohol yang dapat membahayakan dirinya," tuturnya.

Dalam bunker tersebut, penyidik Polres Bandung dan Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat menemukan sejumlah barang bukti yakni minuman oplosan siap edar sebanyak 224 dus (5.376 Botol kemasan 600 ml).

Kemudian bahan dasar air mineral merk minola sebanyak 115 dus, RedBell/pewarna makanan sebanyak 39 dus (468 botol kecil), alkohol sebanyak 23 jeriken ukuran 25 liter, minuman berenergi sebanyak 66 dus, dan alat ukur alkohol sebanyak 3 buah.

Menurut Agus, kesimpulan bunker tersebut sebagai tempat memproduksi dan gudang miras oplosan siap edar. Hal itu didasarkan pada hasil pemeriksaan saksi, surat keterangan ahli, dan kedua tersangka yakni JS dan HM, serta barang bukti yang ada.

 

Pelaku Miras Dihukum Maksimal

Sementara itu, Wakapolri Komjen Syafruddin tak bisa menyembunyikan kejengkelannya pada pelaku pembuat dan penjual minuman keras (miras) oplosan. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini geregetan karena minuman haram itu telah menelan ratusan korban. Ada yang meninggal, ada yang dirawat tak berdaya di rumah sakit.

“Saya minta sebelum bulan Ramadan harus terungkap semua dan selesai. Tidak ada opini lagi karena kita akan memasuki bulan suci umat Islam. Jangan sampai umat Islam mau beribadah tetapi terganggu dengan urusan miras,” kata Syafruddin di Tebet, Jumat (13/4).

Miras sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Polri akan melaksanakan operasi besar-besaran secara simultan dengan operasi kewilayahan dan operasi terpusat.

Baik itu dilakukan oleh Bareskrim Polri maupun yang dilakukan intelijen untuk terus memantau semua gerakan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu.

“Kita enggak ada urusannya mau (pelakunya) kaya maupun miskin, mau apa saja, pokoknya masukin penjara semua. Akan ditindak juga TPPU-nya (pencucian uangnya) supaya ketahuan kekayaannya dari mana,” imbuhnya.

Jenderal bintang tiga itu melanjutkan, “Pokoknya saya minta pasalnya itu pasal maksimal 10 tahun, tuntutannya kita akan koordinasikan dengan jaksa supaya maksimal. Hukumannya jangan dikurangin. Ini sangat merugikan bangsa Indonesia.”

Intinya, masih kata Syafuddin, sebelum masuk 1 Ramadhan itu harus selesai. "Kalau ada polisi kepala wilayah, kapolres/kapolda, yang tidak serius akan diganti," katanya.

 

Sumber: BeritaSatu.com