25
Wed, Apr
36 New Articles

Wakapolri Perintahkan Miras Oplosan Dibrantas Sampai Akarnya

Hukum
Typography

JAKARTA - Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, memerintahkan seluruh anggota Polri untuk menghentikan peredaran minuman keras (miras) oplosan, di Indonesia. Sebab, peredarannya sudah mengkhawatirkan kelangsungan hidup masyarakat.

"Saya minta, saya perintahkan jajaran untuk menyelesaikan secara tuntas. Dalam arahan saya tadi kepada Kapolda seluruh Indonesia, saya perintahkan untuk membuat kasus ini berhenti. Artinya, mengungkap sampai ke akar-akarnya, sampai ke otaknya, dalangnya, pelakunya, distributornya, yang mempengaruhi, yang punya pikiran, yang punya skenario dan sebagainya," ujar Syafruddin, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Dikatakan, peredaran miras oplosan merupakan fenomena gila yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia. Tercatat, 31 orang tewas di Jakarta, 51 orang di Jawa Barat, dan beberapa lagi di daerah lainnya.

"Ini sebuah fenomena yang gila, yang terjadi di tengah-tengah Indonesia, di saat Indonesia sedang prihatin menghadapi berbagai macam masalah. Kalau ini dibiarkan, ini sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup masyarakat," ungkapnya.

Ia menyampaikan, Polri serius menyelesaikan permasalahan ini. "Sekali lagi saya minta dan perintahkan hentikan ini. Bukan menghentikan kasusnya, tapi menghentikan peredarannya, perbuatannya dihentikan. Cara menghentikannya, dibumihanguskan, diberangus semuanya. Ini serius kasusnya, berikan hukuman maksimal. Selesaikan sampai ke akar-akarnya," katanya.

Menurutnya, berikan hukuman maksimal kepada para tersangka yang sudah ditangkap dan kejar pelaku yang masih berkeliaran di luar.

"Kepada para pihak yang terlibat, tersangka dan lainnya baik yang sudah ditangani, ditahan, maupun yang masih di luar, itu berikan hukuman yang maksimal. Koordinasikan dengan aparat penegak hukum lainnya, jaksa dan pengadilan untuk jangan bermain-main dengan masalah ini," papar Syafruddin.

"Berikan hukuman yang maksimal, tidak ada toleransi karena ini kejahatan lama, tetapi metode baru. Kejahatan ini sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat untuk eksperimen di sana-sini, untuk uji coba, tapi metodenya baru dan sangat merugikan. Mengganggu tata kehidupan masyarakat," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 31 orang meninggal dunia dan 18 orang masih menjalani rawat inap akibat menenggak miras oplosan, di Jakarta dan sekitarnya. Korban meninggal dunia di Jakarta Selatan berjumlah delapan orang, Jakarta Timur 10 orang, Depok enam orang, dan Bekasi Kota tujuh orang.

Total tersangka yang berhasil diamankan tujuh orang, terdiri dari Jakarta Timur tiga tersangka, Bekasi dua tersangka, Depok satu tersangka, dan Jakarta Selatan satu tersangka. Ketujuh tersangka itu berinisial RS alias UDA, BOT, DW, ZL, UGI, TMJ, dan EJ.

Para tersangka dijerat Pasal 146 ayat 1 Juncto Pasal 142 Juncto Pasal 91 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 dan atau Pasal 204 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara.

 

Sumber: BeritaSatu