25
Wed, Apr
36 New Articles

Renggut Puluhan Jiwa, Polri: Ini Wake Up Call, Kab. Bandung KLB Miras Oplosan

Hukum
Typography

JAKARTA - Ratusan orang pemabuk yang berguguran paska meminum minuman keras (miras) oplosan memantik perhatian Mabes Polri. Peristiwa yang terjadi di sejumlah daerah itu disebut sebagai wake up call karena meminum miras bukanlah pidana kecuali bagi yang menjual.

”Hingga siang ini kami dapat laporan di Polda Jabar ada 41 orang meninggal di beberapa daerahnya kemudian ada 82 orang yang dirawat di sana. Moga-moga bisa sembuh dan kembali seperti sedia kala. Untuk di DKI ada 31 orang meninggal. Jumlah yang dirawat di DKI masih di-update,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (10/4).

Polri terus memonitor miras yang beredar yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Polri saat ini juga bekerja sama dengan Badan POM dan Labfor untuk meneliti kandungan minuman keras tersebut.

”Minuman itu ditemukan dikemas plastik maupun ada di botol. Ini perlu dicermati. Kami juga ingin mengingatkan ini merupakan satu peringatan atau wake up call kita harus sadar betul bahwa mengonsumsi minuman beralkohol tidak boleh sembarangan. Produsennya tidak jelas, kontennya jadi sangat berbahaya,” sambungnya.

Setyo meminta media ikut mengedukasi masyarakat untuk tidak nekad mengonsumsi cairan haram yang sampai menimbulkan korban jiwa itu. Kandungan miras sedang diteliti dan beberapa orang yang menjual miras diamankan untuk diminta pertanggungjawaban.

”(Belum perlu bentuk Satgas) masih ditangani fungsional Polda Jabar maupun Polda Metro yang melaksanakan penyidikan dan memproses kasusnya. Penjualnya kan sudah dua yang diamankan Polda Jabar. Kami akan dalami latar belakang dan motif penjualnya. Domain polisi melakukan edukasi dan pencegahan. Peran keluarga juga sangat penting,” sambungnya.

 

KLB Miras Oplosan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus keracunan yang diduga akibat minuman keras (miras) oplosan.

Total korban di Kabupaten Bandung sampai hari ini mencapai 141 orang, sebanyak 41 korban di antaranya meninggal dunia.

Jumlah itu merupakan akumulasi semua korban yang masuk ke tiga rumah sakit yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, RSUD Majalaya, dan RS AMC Cileunyi dari Kamis hingga Selasa (6-10/4).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Achmad Kustiaji mengatakan, total korban yang meninggal akibat miras oplosan di Kabupaten Bandung mencapai 41 orang.

"Korban meninggal itu tersebar di tiga lokasi yaitu, RSUD Cicalengka sebanyak 31 korban, RS AMC Cileunyi tujuh tewas, dan RSUD Majalaya tiga tewas," kata Achmad di kantornya, Bandung, Selasa (10/4).

Sementara itu, pasien miras yang mendapat perawatan di RSUD Cicalengka sebanyak 19 orang, RS AMC empat orang, dan RSUD Majalaya ada enam orang.

"Status KLB sudah disetujui Kemenkes dan pemda insya Allah akan ikut meringankan baban masyarakat. Mudah-mudahan tidak perlu bayar (biaya pengobatan)," ujar Achmad.

 

Sumber: BeritaSatu