20
Fri, Jul
0 New Articles

Kebijakan Ganjil-Genap, Kapolri: Sambil Jalan Sambil Dievaluasi

Hukum
Typography

BEKASI - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya untuk terus mengevaluasi tiga kebijakan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang mulai berlaku 12 Maret 2018. Hal tersebut agar kebijakan yang ditujukan mengurangi kemacetan ini tidak malah menyulitkan masyarakat.

Kebijakan ini mencakup sistem ganjil-genap mobil pribadi di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pembatasan angkutan barang di Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk golongan tiga-lima, dan pengoperasian lajur khusus bus. Ketiga ketentuan tersebut diberlakukan setiap Senin-Jumat pukul 06.00-09.00 WIB.

"Mudah-mudahan kebijakan ini menjadi obat untuk mengurangi kemacetan sehingga masyarakat tertolong. Namun, sambil jalan sambil dievaluasi di mana titik kelemahannya. Jangan sampai tiga paket kebijakan ini jadi publik lebih susah. Nanti kebijakan ganjil-genap dievaluasi dengan dengarkan suara publik," ungkap Tito di sela acara peluncuran tiga kebijakan Tol Jakarta-Cikampek di Mega City Bekasi, Senin (12/3).

Selain itu, dia meminta, agar tiga paket pengaturan ini terus disosialisasikan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kebijakan tersebut. Sambil terus sosialisasi, Tito juga mengingatkan, jajarannya jangan melakukan penilangan sampai kebijakan benar-benar diketahui masyarakat secara luas.

"Mungkin banyak publik yang belum tahu kebijakan ini. Jangan lakukan tilang atau tindakan tegas sebelum publik benar-benar tersosialisasi. Buat semacam posko bersama dalam rangka untuk efektifkan ini. Semua stakeholder duduk di situ sehingga bisa mengawasi dan melakukan sosialisasi," imbuhnya.

Tito menjelaskan, pengaturan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek harus dilakukan karena kemacetan yang kian parah dan sangat dirasakan oleh masyarakat.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memohon maaf kepada masyarakat Bekasi apabila menjadi tidak nyaman atas pemberlakuan sistem ganjil-genap. Namun, kebijakan perlu diterapkan karena kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek sudah di luar batas yang bisa ditoleransi.

"Saya berterima kasih kepada stakeholder khususnya kepada Polri yang secara kompak kita mempersiapkan ini. Saya yakin program ini akan berjalan baik karena nanti Pak Kapolri sudah menyatakan akan membentuk satu tim yang akan melakukan suatu pantauan," jelas Menhub.

Menurutnya, kebijakan akan terus ditinjau. Salah satunya terkait penyediaan bus umum. "Misalnya saya mendengar masukan masyarakat kesulitan saat pulang bila menggunakan bus. Karenanya kami pertimbangkan untuk sediakan bus pulang menuju Bekasi. Ini harus dilakukan pengamatan detail," jelas Menhub.

Dia mengatakan, kebijakan serupa akan diberlakukan di wilayah lain seperti Tangerang demi mengurangi kemacetan. Akan tetapi, Budi menekankan, kebijakan pengaturan ini hanyalah solusi jangka pendek. Solusi mengurangi kemacetan jangka panjang adalah penggunaan moda transportasi massal seperti light rail transit (LRT) maupun Mass Rapid Transit (MRT). "Angkutan umum jadi solusi jangka panjang," imbuh Menhub.

Â

Sumber: Investor Daily