20
Fri, Jul
0 New Articles

Penindakan Pelanggar Lalin Tinggi Akibat Kesadaran Masih Minim

Hukum
Typography

JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menilai, masih tingginya angka penindakan dalam operasi Keselamatan Jaya 2018, karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

"Benar, kurang kesadarannya akan tertib berlalu lintas," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Paggara, Senin (12/3).

Ia menyampaikan, penindakan dalam operasi Keselamatan Jaya memang cukup tinggi. Hal itu, juga dikarenakan anggota yang aktif melakukan penindakan di lapangan.

"Memang tinggi karena kita aktif. Namun, pelanggaran itu kita tangani juga dengan teguran. Dalam arti bukan hanya tindakan tilang, karena kita itu lebih banyak teguran dan sosialisasi. Tujuan operasi ini kan supaya masyarakat tertib berlalu lintas," katanya.

Berdasarkan catatan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan 14.832 penindakan terkait pelaksanaan operasi Keselamatan Jaya, selama lima hari sejak tanggal 5 hingga 9 Maret 2018, di Jakarta dan sekitarnya. Sebanyak, 3.271 pelanggar lalu lintas ditilang dan 11.561 ditegur.

Diketahui, operasi Keselamatan Jaya 2018 dilaksanakan selama 21 hari, mulai tanggal 5 sampai dengan 25 Maret mendatang. Sebanyak 2.704 personel dikerahkan untuk menggelar operasi, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sebesar 80 persen, baru penegakan hukum 20 persen, sebagai bentuk simpatik kepada pengendara agar meningkatkan disiplin berlalu lintas.

Kegiatan preemtif meliputi memberikan imbauan dan pamflet tentang keselamatan berlalu lintas. Sementara kegiatan preventif melakukan pencegahan, dan penegakan hukum berupa tilang serta teguran.

Tujuan operasi Keselamatan Jaya adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Kemudian, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas, serta terwujudnya situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) menjelang pelaksanaan Pilkada di wilayah tahun 2018.

Â

Sumber: BeritaSatu