25
Wed, Apr
36 New Articles

Anji dan Via Vallen Penyanyi Indonesia dengan Royalti Terbesar

Gaya Hidup
Typography

JAKARTA - Pedangdut Via Vallen tengah naik daun berkat lagunya yang berjudul 'Sayang' sukses meraih hati penggemar musik di Tanah Air. Akibat ketenaran lagunya yang ditonton lebih dari 200 juta kali di YouTube, wanita kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991 mendapat royalti yang besar, bahkan melebihi royalti yang diterima oleh penyanyi senior macam Iwan Fals sekalipun.

Via Vallen mengaku sangat bahagia bisa mendapatkan royalti yang besar dari LMK Selmi lantaran lagu yang dimilikinya laris manis di pasaran. Via menambahkan bahwa dengan adanya royalti ini membuat dirinya dan juga musisi akan lebih giat lagi menciptakan karya ke depannya.

"Yang jelas sebagai seorang penyanyi dan pekerja seni saya mengucapkan terima kasih buat Selmi karena telah memberi royalti kepada saya dari penarikan penggunan musik yang digunakan secara komersil. Dengan royalti yang saya dapatkan ini, saya sebagai artis dan musisi jadi semakin semangat untuk terus berkarya ke depanya dan itu juga pastinya dirasakan oleh semua musisi yang ada di Indonesia karena merasa dihargai karyanya," tutup Via Vallen.

Yusak selaku ketua Lembaga Managemen Kolektif Sentra Lisensi Musik Indonesia (LMK Selmi) mengatakan, Dari data penghasilan royalti tersebut, nama Via Vallen bertengger di urutan teratas penyanyi yang berhak mendapat royalti dari LMK Selmi.

"Untuk Tahun ini LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (Selmi) mendapat royalti Rp 13.3 milliar yang merupakan hak para pencipta lagu dan terkait yakni produser dan performer. Ada kenaikan sekitar 20 persen dari tahun kemarin. Untuk tahun ini Erdian Aji Prihartanto atau yang akrab disapa Anji, mantan vokalis Drive, mendapat royalti paling banyak disusul kemudian Via Vallen yang berada di urutan kedua dan mengalahkan beberapa legenda musik seperti Iwan Fals," ungkap Yusak.

Ditambahkan Yusak, kendala yang dihadapi oleh para LMK dalam memungut royalti dari berbagai pihak yang menggunakan lagu dan musik yang diciptakan musisi di Indonesia adalah kurang sadarnya pihak yang menggunakan lagu tersebut untuk urusan bisnis mereka.

ā€¯Kedalanya banyak negoisasi, sampai kita banyak melakukan somasi. Sampai selarang tetap masih ada beberapa pihak entah itu pengusaha di industri karaoke, hotel, mal, dan banyak lagi yang masih melakukan tawar-menawar terhadap royalti yang harus mereka bayar. Karena masih banyak yang kurang sadar dan berbeda pandangan serta aturan undang-undang. Padahal sudah jelas undang-undangnya. Mudah-mudahan ke depan ada kata sepakat dari semua stakeholder yang menggunakannya,baru bisa dijalankan," tutupnya. (Agus)