Home Entertainment FOXTROT SIX Hadir di UPH Perkenalkan Praktek Interdisipliner Ilmu dalam sebuah Film

FOXTROT SIX Hadir di UPH Perkenalkan Praktek Interdisipliner Ilmu dalam sebuah Film

5 min read
0
0
112

Tangerang – Berita7.com – Sebagai kelanjutan dari seminar Film Foxtrot Six sebelumnya, UPH kembali kedatangan para insan industri perfilman di balik film Foxtrot Six, sebuah film action berkualitas Hollywood karya anak bangsa besutan sutradara Randy Korompis.

Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari kampanye promosi pengenalan film Foxtrot Six yang
bertujuan untuk membagikan wawasan dan pengetahuan bagaimana film Foxtrot Six dibuat dari naskah
sampai promosi dan pemasaran film hingga sampai ke khalayak umum.

Uniknya, naskah film karya kreatif anak bangsa ini mampu menarik perhatian Mario Kassar, salah satu
produser ternama Hollywood.Dia merupakan seorang produser besar di balik film-film ternama, seperti
Terminator 2: Judgment Day, Rambo, Basic Instinct 2 dan Total Recall. Hal ini tentunya merupakan
sebuah hal yang patut dibanggakan, sebab butuh perjuangan yang tidak mudah membuat naskah
bahkan sampai menjadi film berstandar internasional.

Dilatarbelakangi hal tersebutlah, seminar ini diadakan pada 11 Februari di UPH Lippo Village yang
mendatangkan Rio Dewanto dan Verdi Solaiman sebagai aktor, serta Andreas Ian Tika, sebagai salah
satu produser. Dan secara khusus hadir pula Mario Kassar sebagai executive producer.

Alfiansyah Zulkarnain, ketua program studi DKV UPH menyatakan bahwa acara ini tentunya menjadi
sebuah pelajaran yang berharga bagi para mahasiswa khususnya. Sebab di seminar ini tidak hanya
membagikan wawasan bagi satu program studi tertentu, namun ditujukan untuk beberapa program
studi, yakni DKV, ilmu komunikasi dan musik.

“Seminar ini menjelasksan bagaimana proses pembuatan dari sebuah film hingga ditampilkan ke
khalayak umum. Dan juga dalam sebuah film ini tergambar suatu interdisipliner berbagai bidang baik
dari sisi desain, directing, musik dan komunikasi bisnis,” jelas Alfian kepada para peserta mahasiswa UPH dari prodi Conservatory of Music, Ilmu Komunikasi dan DKV.

Lebih lanjut Alfian menjelaskan bahwa keterkaitan disiplin ilmu di jaman saat ini sangat krusial, dan
merupakan skill set yang perlu dimiliki oleh seseorang di dunia industri. “Acara ini tentunya diharapkan
dapat membuka wawasan tidak dari satu ilmu saja, namun juga berbagai bidang ilmu. Baik secara
akademis maupun praktisi serta dapat menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi bangsa dan
negara,” tegasnya.

Terkait dengan bidang interdisipliner ilmu, Rio Dewanto juga menyatakan apa yang dia pelajari sewaktu
terlibat dalam proyek Foxtrot Six ini, dia menyatakan dari seorang Mario Kassar yang sudah malang
melintang di dunia Hollywood, Rio belajar bahwa dari sebuah satu lini produk seperti contohnya Foxtrot
Six sudah dipikirkan sejak dini berbagai hal yang bisa dikembangkan. “Bisa diproyeksikan menjadi kaos,
merchandise, topi, hoodie, tas, kaos, dan sebagainya. Jadi sumber dana bisa darimana saja,” ujar Rio.

Sejalan dengan hal tersebut, Mario Kassar juga berpesan bahwa jika seseorang ingin serius berkarya di
dunia bisnis perfilman, haruslah memiliki passion, “Mungkin itu directing, producing, bahkan acting, jika hal itu merupakan passionmu, jangan pernah menyerah, teruslah mencari dan mencoba sampai jalan terbuka. Hal ini juga berlaku bagi bidang lain, baik itu bidang kedokteran, hukum, bisnis atau apapun juga. Be passionate. Kamu harus percaya pada dirimu,” tandas Kassar.

Load More Related Articles
Load More By mark Kin
Load More In Entertainment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Data C1, Dasar Prabowo Umumkan Kemenangan

JAKARTA – Berita7.com – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sa…