24 Ton TNT Koyak Kota Pelabuhan Tianjin, Tiongkok

News
Typography

Dua ledakan besar luluh lantakan dan mengoyak kawasan industri tempat gas dan bahan kimia beracun disimpan, di kota pelabuhan Tianjin, Tiongkok, menewaskan setidaknya 50 orang, termasuk belasan petugas pemadam kebakaran, kata pejabat setempat Kamis.
Selain itu, sedikitnya 520 orang terluka, lebih dari 60 di antaranya menderita luka serius. Menurut keterangan pemerintah Tianjin di mikroblog Weibo dan surat kabar People's Daily menyatakan kebakaran masih terjadi di empat titik.
Ledakan Rabu (12/8/2015) malam sangat besar, sampai terlihat oleh satelit di antariksa, dan menimbulkan getaran di blok-blok apartemen yang jauhnya beberapa kilometer dari kota pelabuhan tempat 15 juta orang tinggal itu.
Video-video di Internet menunjukkan tembakan bola api ke langit dan Lembaga Survei Geologis Amerika Serikat mencatat ledakan itu sebagai aktivitas seismik.
Sebagian besar area pelabuhan terbesar kesepuluh di dunia itu kini hancur, kontainer terlempar, ratusan mobil baru terbakar dan gedung-gedung pelabuhan hancur.
Meski rusak berat, pelabuhan Tianjin masih beroperasi secara normal. Pelabuhan itu merupakan pintu masuk ke sabuk industri Tiongkok bagian utara.
Menurut laporan Xinhua, kekuatan ledakan pertama setara dengan kekuatan tiga ton bom TNT. Sementara yang kedua setara dengan 21 ton TNT
Ledakan diketahui berasal dari sebuah gudang milik perusahaan Tianjin Dongjiang Port Ruihai International Logistics.
Di laman resimnya, perusahaan itu mengatakan bahwa spesialisasi mereka adalah menangani barang-barang berbahaya. Pejabat perusahaan itu hingga kini masih belum bisa dimintai komentar.
Dari hasil inspeksi petugas pemerintah Tiongkok dari departemen lingkungan hidup, gudang tersebut didesain untuk menyimpan sejumlah bahan kimia berbahaya seperti butanone yang merupakan bahan pelarut industrial yang mudah meledak, sodium sianida, dan gas alam terkompresi. (ra/ea).