25
Wed, Apr
36 New Articles

Dorong kesejahteraan warga perbatasan Timor Leste, Lippo Group jajaki investasi

News
Typography

KUPANG (10/2/17): Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga, mengemukakan, pihak Manajemen Lippo Group saat ini sedang menjajaki kemungkinan melakukan investasi sejumlah usahanya di wilayah perbatasan negara RI-Timor Leste untuk membantu mendorong percepatan kesejahteraan warga di sepanjang tapal batas negara itu.

 

"Penting kami lakukan itu karena dengan berinvestasi di sepanjang tapal batas, maka akan dimungkinkan bisa mendorong percepatan peningkatan mutu dan kualitas hidup warga di daerah serambi negara itu menuju sejahtera. Karena itulah kami lakukan penjajakan kemungkinan itu," kata Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga, di Kupang, beberapa waktu lalu.

 

Theo mengatakan, pihaknya akan melakukan penjajakan di sepanjang tapal batas seperti di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu dan Malaka penting untuk bisa melihat potensi investasi yang akan dilakukan.

 

"Lippo Group memiliki banyak usaha baik di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan (ritel). Oleh karenanya, dengan melakukan investasi, maka akan bisa memberikan gambaran bagi manajemen menentukan sikap untuk investasi," kata Theo.

 

Politisi Partai Golkar itu menyebutkan, kemungkinan membangun rumah sakit berkelas internasional dengan layanan umum dan BPJS agar bisa dijangkau warga masyarakat kurang mampu di sepanjang pelosok perbatasan, menjadi salah satu pilihan.

 

Kualitas dan derajat kesehatan masyarakat harus menjadi yang terpenting untuk kemudian bisa dilakukan sejumlah intervensi program kebijakan pemerintah lainnya. Hal sama juga termasuk bidang pendidikan. Namun demikian dalam konteks itu (pendidikan) maka akan dilakukan dengan cara berbeda yaitu pemberian beasiswa mahasiswa berprestasi.

 

"Dan untuk beasiswa itu sudah kami lakukan untuk para mahasiswa di Universitas Negeri Timor (Unimor) di Kefamenanu dengan kucuran dana Rp150 juta dan sudah diberikan Jumat (20/1) kemarin langsung di kampusnya," kata Theo yang juga Ketua Dewan Pakar DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ketua Dewan Penasihat Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP).

 

Memang Lippo Group memiliki yayasan pendidikan dan saat ini sudah membangun 340 sekolah di seluruh Indonesia.

 

Untuk rumah sakit, Manajemen Lippo Group memiliki rumah sakit umum Siloam yang sudah dibangun hampir di seluruh pelosok nusantara.

 

"Untuk di Provinsi NTT sudah ada di Kota Kupang dan Labuan bajo. Kita masih menjajakinya di daerah lain termasuk di daerah perbatasan seperti TTU dan Kabupaten Belu," kata Theo yang kini dipercayakan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar.

 

Dalam bidang perdagangan, majamen Lippo Group memiliki produk hypermat dan Matahari Departmen Store yang juga bisa memberikan daya dorong peningkatan ekonomi masyarakat.

 

Untuk hypermat yang sudah memiliki jaringan di seluruh daerah dengan jumlah hingga mencapai 120 unit itu, dimungkinkan bisa dibangun di Kota Kefamenanu Kabupaten TTU atau di Atambau Kabupaten Belu. Hal sama juga terhadap Matahari Departmen Store (MDS) yang hingga kini sudah dibangun sebanyak 150 unit.

 

"Semuanya dimungkinkan dengan melihat kemampuan dan dampak positif bagi kepentingan membangun dan mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daeah tersebut," katanya.

 

Lippo Group sebagai salah satu bagian dari ‘stakeholder’ di negara ini, menurut  Theo, juga merasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk bersama pemerintah memajukan kesejahteraan masyarakat sesuai bidang usahanya.

 

"Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, dan mudah-mudahan bisa juga menjadi daya dorong bagi pihak ketiga lainnya untuk terlibat di dalamnya. Sinergitas dengan pemerintah dan masyarakat menjadi keniscayaan," demikian Theo Sambuaga, seperti dikompilasi dari Tim 'SOLUSSInews' dan ‘BENDERRAnews’ didukung koleksi foto JR Pro Jakarta untuk 'Berita7.com'. (Tim)