18
Sun, Feb
0 New Articles

Sektor Bahari Tidak Terpengaruh Pertumbuhan Ekonomi Yang Melambat

News
Typography

JAKARTA, BERITA7.com - Pertumbuhan ekonomi nasional yang lambat akibat terpaan krisis global, ternyata tidak telalu berpengaruh terhadap sektor bahari. Karena produk ikan dari lautan Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Hal itu dikatakan dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan (menteri KKP), Susi Pudjiastuti, saat menghadiri penutupan pameran foto Nusa Bahari oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta, di Bentara Budaya Yogyakarta, Rabu (9/9) malam.

"Sembilan bulan terakhir, ikan yang ditangkap nelayan di wilayah timur Indonesia dan beberapa daerah di Aceh sudah jauh lebih besar dari pada beberapa tahun belakangan. Tentu saja, itu merupakan dampak yang sangat baik bagi bangsa Indonesia. Bisa dilihat di Youtube, banyak netizen yang menggunggah keberhasilan nelayan di pesisir pantai Indonesia," kata Susi, Yogyakarta, Rabu (9/9).

Hal yang menggembirakan di sektor perikanan, kata Susi, Pelemahan Rupiah atas Dolar Amerika Serikat juga tak mempengaruhi nilai ekspor ikan Indonesia ke luar negeri.

"Perikanan kita tidak terpengaruh, malahan hasilnya jauh semakin baik. Jadi tidak ada pengaruh turunnya nilai tukar Rupiah," ujarnya.

Susi menyatakan tak heran apabila akhirnya Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan ekonomi, terutama yang terkait dengan kehidupan nelayan.

"Pertumbuhan perikanan kita memang sangat luar biasa, dua kali lipat lebih banyak dari sektor lainnya, maka memang sudah seharusnya ada kebijakan di sektor ini," lanjut Susi.

Susi berharap agar pemerintah daerah turut berperan aktif dalam penyelesaian permasalahan yang ada di tempat pelelangan ikan (TPI). Hal tersebut juga penting diperhatiakan, agar spekulan tidak banyak "bermain".

"Pemerintah daerah dan masyarakat harus terlibat langsung dalam memperbaiki keadaan yang ada di TPI. Bagaimanapun juga pemerintah harus hadir dalam penyelesaian permasalahan tersebut," ucapnya.

Sementara itu, saat menyaksikan 165 foto karya-karya jurnalis di ruang pamer Bentara Budaya tersebut, Susi menyatakan, ingin membawa pulang semua foto.

“Dalam aktivitas manusia, tidak bisa dilepaskan dari seni. Saya menilai, foto ini adalah seni juga, dan seni, merupakan sesuatu yang bisa membedakan antara manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya,” ucap Susi lagi.

Pameran foto "Nusa Bahari", yang digelar PFI tersebut merupakan rekaman drama atau kejadian yang terjadi di atas laut Indonesia, termasuk datangnya pengungsi yang mencari suaka di Indonesia, illegal fishing serta kehidupan nelayan yang masih cenderung miskin. (gsd/edr)